Didampingi Macron-Angela Merkel, Putin dan Presiden Ukraina Zelenskiy Bertemu Pertama Kali di Paris

Nathania Riris Michico ยท Selasa, 10 Desember 2019 - 08:26 WIB
Didampingi Macron-Angela Merkel, Putin dan Presiden Ukraina Zelenskiy Bertemu Pertama Kali di Paris

Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, Angela Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron berkumpul di Istana Elysee untuk KTT pertama mengenai konflik Ukraina. (FOTO: AFP)

PARIS, iNews.id - Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk pertama kalinya di Paris, Prancis. Pertemuan itu dalam rangka mengakhiri perang yang berlangsung selama lima tahun antara pasukan Ukraina dan separatis yang didukung Rusia.

Dilaporkan Associated Press, Selasa (10/12/2019), pertemuan digelar di Istana Presiden Prancis. Keduanya duduk bersama dengan disaksikan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Pertemuan itu akan fokus membahas perjanjian damai 2015 terkait konflik Ukraina Timur yang mandek. Sejak 2014, perang yang menewaskan 14.000 orang itu memicu ketegangan antara Kremlin dan membentuk kembali geopolitik Eropa.

Kendati demikian, unjuk rasa turut mewarnai pertemuan tersebut. Demonstran di ibu kota Ukraina, Kiev, memberi tekanan pada pemimpin baru mereka untuk tidak terlalu banyak percaya kepada Putin, yang sudah menjabat hampir 20 tahun.

Namun fakta bahwa Putin dan Zelenskiy bertemu merupakan langkah penting signifikan setelah bertahun-tahun perang. Putin dan Zelenskiy saling berhadapan di seberang meja, diapit oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Setelah duduk bersama, Putin dan Zelenskiy mengadakan pertemuan empat mata. Dalam perjalanan ke jamuan makan malam, Putin mengatakan dia puas dengan pertemuan itu dan menambahkan: "Itu bagus, saya senang."

Kendati demikian, apa pun yang terjadi, pertemuan itu adalah ujian terbesar bagi Zelenskiy, seorang komedian dan pemula politik yang memenangkan kursi kepresidenan tahun ini secara telak -sebagian karena janji untuk mengakhiri perang.


Editor : Nathania Riris Michico