Dikecam karena Lontarkan Komentar Rasis ke Siswa, Karyawan Sekolah AS Mundur

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 14 Juni 2019 - 13:13 WIB
Dikecam karena Lontarkan Komentar Rasis ke Siswa, Karyawan Sekolah AS Mundur

Ilustrasi siswa di AS saat sedang makan siang di kafetaria sekolah. (FOTO: Shutterstock)

WASHINGTON, iNews.id - Seorang staf di sekolah dasar di negara bagian Oregon, Amerika Serikat (AS), mengundurkan diri menyusul keributan atas komentar rasis kepada sekelompok siswa.

Dia mengatakan para siswa itu beruntung karena mereka tidak "memetik kapas", merujuk pada perlakuan yang diterima warga non-kulit putih di AS pada masa lampau.

Pegawai di Linwood Elementary School di Milwaukie, selatan Portland, itu dilaporkan melontarkan komentar keras pada 31 Mei ketika memarahi sekelompok siswa, yang sebagian besar siswa kulit berwarna. Siswa-siswa itu disebut bertingkah selama istirahat makan siang.

Salah satu siswa, Jasmyn Spencer, mengatakan bahwa sang petugas -yang mengawasi kafetaria- pertama kali mengancam akan mencatat perilaku buruk para siswa dan memberi tahu para orangtua saat kelulusan.

Insiden itu terjadi dan sang petugas menggunakan kata-kata rasis.

"Dia bilang 'anda beruntung saya tidak membuat kalian memetik kapas dan membersihkan rumah saya' dan semua orang menjadi sangat marah tentang hal itu," kata Jasmyn, seperti dikutip AFP, Jumat (14/6/2019).

Ibu Jasmyn, Syreeta Spencer, mengaku marah mendengar tentang ucapan itu dan melaporkannya ke pihak sekolah. Pihak sekolah lalu mengeluarkan pernyataan mengecam tindakan anggota staf itu dan mengumumkan pengunduran dirinya.

"Kami tahu dan memahami dampak dari kata-kata yang dapat menyakitkan bagi siswa kami dan itulah situasi kasusnya," kata pernyataan itu.

"Kami sangat menyesali hal ini dan terus bertemu dengan siswa untuk memastikan bahwa mereka didengar dan merasa didukung."

Karyawan itu juga mengeluarkan permintaan maaf. Dia mengaku sangat menyesal atas komentarnya.

"Tidak ada pembenaran atas kata-kata saya, dan (saya) mengakui apa yang saya katakan itu menyakitkan dan menyinggung perasaan," tulisnya.

"Selain itu, saya menyadari apa yang saya katakan adalah pelajaran keras bagi anak-anak muda tentang realitas rasisme, yang secara tidak adil merusak individu, komunitas, dan masyarakat kita yang lebih luas."


Editor : Nathania Riris Michico