Dikritik soal Kerja '996', Ini Penjelasan Pendiri Alibaba Jack Ma

Anton Suhartono ยท Senin, 15 April 2019 - 17:52 WIB
Dikritik soal Kerja '996', Ini Penjelasan Pendiri Alibaba Jack Ma

Jack Ma (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Pendiri e-commerce Alibaba Jack Ma menjelaskan kembali pernyataannya soal budaya kerja '996' di perusahaan teknologi yang dikritik warganet. Pekan lalu, pernyataan Ma soal budaya kerja '996' diposting akun Weibo Alibaba. '996' berarti bekerja mulai jam 9 pagi sampai jam 9 malam selama 6 hari dalam satu pekan.

Pernyataannya itu dikritik karena industri berbasis teknologi China diwarnai dengan kisah para programmer dan pendiri start-up yang meninggal karena jam kerja panjang dan tekanan dalam pekerjaan.

Baca Juga: Pendiri Alibaba Jack Ma Perkenalkan Budaya Kerja '996', Apa Itu?

"Banyak omong kosong, dan bahkan tidak menyebutkan apakah perusahaan memberikan kompensasi lembur untuk jadwal 996," tulis seorang warganet.

Orang terkaya di China ini pun menjelaskan padangannya soal topik '996'. Dia berharap pandangannya itu bisa menjadi bahan diskusi yang konstruktif serta melihat lebih dalam tentang duduk persoalan yang dihadapi.

"Saya punya beberapa pemikiran tentang itu. Menurut saya, kita memerlukan kebenaran dan kata-kata yang dapat memancing diskusi dan perenungan. Melihat generasi muda adalah melihat masa depan. Namun ketika melihat masa depan, kita seringkali berpura-pura tidak melihat apa yang ada di depan kita," kata Ma, dalam keterangan di akun Weibo.

Dia melanjutkan, tanda masyarakat rasional adalah menghargai diskusi yang rasional ketimbang menarik kesimpulan sepihak. Ma menegaskan tidak pernah takut dikritik.

Dia memulai penjelasan dengan mengajak warganet untuk berpikir jernih, yakni dengan terlebih dulu mengetahui apa tujuan hidup dan apa yang akan diperjuangkan.

"Setelah Anda dapat berpikir jernih, Anda tidak akan terikat, atau memiliki penyesalan. Ketika Anda melakukan sesuatu yang sesuai dengan tujuan hidup, maka '996' bukan lagi masalah. Jika Anda tidak menyukai atau merasa tidak bergairah dengan pekerjaan Anda, maka setiap menit akan terasa seperti siksaan. Mencari pekerjaan seperti mencari pasangan. Ketika menemukan cinta sejati, kita menjalaninya dengan bahagia. Tapi ketika bekerja untuk hal yang tidak kita suka, semenit saja bisa terasa seperti setahun," katanya.

Menurut dia, orang yang tidak suka dengan budaya '996' dengan alasan tidak manusiawi, tidak sehat, dan tidak berkelanjutan, merupakan hak mereka.

Karyawan, lanjut dia, secara alami akan meninggalkan perusahaan yang menerapkan '996' karena tidak menawarkan masa depan. Selain itu masih ada jutaan perusahaan di China yang dapat dipilih.

Lebih lanjut dia menyebut, ada perusahaan atau individu yang bahkan menerapkan budaya kerja lebih parah lagi, yakni '007', bekerja dari jam 12 sampai jam 12 selama 7 hari. Namun hal itu bukan masalah bagi mereka karena punya passion dan mencintai pekerjaan.

"Memang, ada banyak orang yang menjalani '996', bahkan '007' (jam 12 sampai jam 12, tujuh hari sepekan) di dunia. Tidak hanya pengusaha, tetapi juga seniman, ilmuwan, atlet, pejabat, dan politisi paling sukses, bahkan bekerja lebih dari '996', karena mereka memiliki ketekunan luar biasa. Tetapi juga karena mereka memiliki cinta yang luar biasa untuk profesi pilihan mereka. Karena itu, mereka bersedia melakukan upaya luar biasa. Alhasil, mereka menuai kesuksesan luar biasa," tuturnya.

Ma melanjutkan, durasi bekerja bukan soal kewajiban yang harus dilakukan karyawan atau individu yang bergelut di dalamnya, tapi soal kesukaan. Bahkan, saat makan dan tidur pun mereka masih memikirkan pekerjaan itu.

"Tidak peduli seberapa santai atau lelah mereka, mereka merasa bahagia. Pada kenyataannya, banyak orang memilih melakoni '996' atau bahkan '997'. Ketika Anda melakukan apa yang Anda sukai, Anda merasa bahagia bahkan ketika Anda mengalami kelelahan atau menghadapi kesulitan," katanya.

Faktanya, lanjut dia, tidak sedikit orang yang menerapkan '996' atau '997' di China mampu meraih berbagai pencapaian. Menurut dia, dunia bisa mengagumi China dalam 40 tahun terakhir berkat orang-orang yang dengan budaya kerja seperti itu.
"Inilah mengapa kita memiliki misi luar angkasa Shenzhou V dan Shenzhou VI. Semua ini membangun kepercayaan diri kita untuk masa depan," ujarnya, merujuk misi luar angkasa China ke Bulan.

Lebih lanjut Ma meluruskan bahwa dia tidak membela '996'. Dia memberikan hormat kepada mereka yang bekerja keras. Diakuinya, setiap orang memiliki hak untuk memilih cara hidup mereka.

"Jika Anda lebih suka memiliki pekerjaan lebih santai dan Anda tidak ingin mengerahkan 'upaya manusia super', itu juga boleh-boleh saja. Namun, Anda tidak akan merasakan kebahagiaan dan pencapaian yang berasal dari jenis usaha itu. Pada kenyataannya, memang ada orang-orang yang telah berusaha sangat keras, namun tetap tidak mendapatkan penghargaan setimpal. Kenyataan hidup seringkali menguji dan menyusahkan kita. Kerja keras memang tidak selalu menghasilkan kesuksesan, tetapi kesuksesan tidak akan pernah menjadi pilihan jika Anda tidak bekerja keras," katanya.

Ma setuju jika perusahaan tidak boleh mewajibkan karyawan bekerja '996'. Pemimpin perusahaan juga harus merenungkan, apakah kesuksesan mereka sama dengan karyawan. Dia pun menyingung pemimpin perusahaan yang terlalu menuntut banyak pada bawahannya.

"Bagaimana saya membantu karyawan saya menemukan kebahagiaan mereka sendiri? Atau apakah saya hanya memaksa mereka untuk bekerja 996? Jika Anda berpikir karyawan Anda tidak memiliki mimpi dan aspirasi, mereka semua malas, maka Anda adalah akar masalahnya. Karena Anda memaksakan impian dan cita-cita Anda padanya, dan bukan sebaliknya," ujarnya.


Editor : Anton Suhartono