Dituduh Anti-Yahudi, Begini Pembelaan Mahathir Mohamad

Anton Suhartono ยท Jumat, 27 September 2019 - 05:50 WIB
Dituduh Anti-Yahudi, Begini Pembelaan Mahathir Mohamad

Mahathir Mohamad (Foto: AFP)

NEW YORK, iNews.id - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengomentari tuduhan anti-Yahudi atau anti-Semit yang ditujukan kepadanya. Hal ini terkait dengan pernyataan soal sepak terjang Israel, termasuk pengakuan sepihak bahwa Yerusalem sebagai ibu kota negara itu.

Menurut Mahathir, dia punya hak untuk berpendapat. Mengomentari orang-orang Yahudi merupakan bagian dari kekebasannya.

Baca Juga: Mahathir: Israel Negara Kriminal yang Pantas Dihukum!

"Mengapa saya tidak boleh mengatakan sesuatu tentang orang-orang Yahudi saat banyak orang mengungkap keburukan saya dan tentang Malaysia, tapi saya tidak protes, saya tidak menentangnya," kata Mahathir di sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, seperti dikutip dari Bernama, Kamis (26/9/2019).

Dia menegaskan semua pihak harus bersedia mendengarkan pandangan dari orang lain, termasuk kritikan sebagai bagian dari kebebasan berpendapat.

Baca Juga: Atlet Renangnya Ditolak di Malaysia, Begini Tanggapan Israel

“Kebebasan berbicara adalah tentang kebebasan berbicara, ketika Anda berkata, tidak, Anda tidak boleh mengatakan itu, Anda tidak bisa menjadi anti-Semit, maka tidak ada lagi kebebasan berbicara, ”kata Mahathir, menanggapi pertanyaan di World Leaders Forum di Columbia University.

Selain soal isu Yerusalem, Mahathir sempat menjadi sorotan soal komentarnya tentang jumlah orang Yahudi yang meninggal akibat Holocaust.

Baca Juga: Di Austria, Mahathir Mohamad Sebut Israel Negara Penjahat

Saat itu dia mengatakan bahwa ada jurnalis yang dipenjara hanya karena memperdebatkan soal jumlah korban Holocaust.

“Saya sudah mengatakan siapa yang menentukan jumlah ini. Jadi saya menerima bahwa ada Holocaust, bahwa ada banyak orang Yahudi dibunuh. Sebenarnya pada suatu waktu saya sangat simpatik terhadap mereka selama perang," kata Mahathir.


Editor : Anton Suhartono