Dokter Salah Operasi Organ Pasien, Seharusnya Angkat Ginjal namun Limpa

Anton Suhartono ยท Kamis, 16 Mei 2019 - 11:36 WIB
Dokter Salah Operasi Organ Pasien, Seharusnya Angkat Ginjal namun Limpa

(Ilustrasi, Foto: AFP)

HONG KONG, iNews.id - Seorang perempuan di Hong Kong kehilangan limpa akibat malapraktik yang dilakukan dokter bedah.

Menurut keterangan Departemen Kesehatan Hong Kong, perempuan 57 tahun itu dioperasi oleh dokter tamu ahli urologi di RS St Paul, Causeway Bay, pada 25 Maret 2019, untuk mengangkat ginjal yang diserang tumor.

Juru bicara RS St Paul mengatakan, berdasarkan pemeriksaan patologi yang dilakukan setelah operasi, organ yang diangkat oleh dokter ternyata limpa, bukan ginjal. Informasi ini langsung dilanjutkan ke dokter, pasien, dan departemen kesehatan.

Pasien keluar dari RS pada 16 April 2019, namun tak disebutkan bagaimana kondisi terakhirnya, termasuk penanganan yang dilakukan rumah sakit setelah kejadian malapraktik ini.

Juru bicara mengatakan, izin praktik dokter yang bersangkutan telah ditangguhkan.

Hasil penyelidikan mengungkap tak ada kesalahan prosedur praoperasi dalam kasus ini.

"Penyelidikan rumah sakit menunjukkan pemeriksaan pra-operasi sudah memenuhi standar," kata juru bicara, dikutip dari South China Morning Post, Kamis (16/5/2019).

Departemen kesehatan meminta rumah sakit untuk menyerahkan laporan penyelidikan dalam waktu 4 pekan.

Dokter ahli urologi yang juga anggota Dewan Asosiasi Dokter Spesialis Hong Kong, Kenneth Fu Kam Fung, mengaku belum pernah mendengar kesalahan pengangkatan organ manusia. Dia menegaskan kesalahan ini tidak dapat diterima, mengingat perbedaan khas antara ginjal dan limpa, meski posisi keduanya berdekatan.

Dia juga heran bagaimana kesalahan bisa terjadi, padahal operasi ini bukan termasuk mendesak serta persiapan praoperasi telah banyak dilakukan.

Dia berspekulasi ada situasi tak terduga seperti organ-organ yang rumit atau pendarahan skala besar yang mengaburkan pengelihatan sang dokter.

Limpa berfungsi sbagai kekebalan dan pengganti sel darah merah. Orang tanpa limpa memiliki risiko lebih tinggi mengalami pneumonia dan infeksi lain. Orang tanpa limpa juga mungkin lebih sulit pulih dari penyakit atau luka. Tragisnya, risiko tertinggi bisa terjadi setelah operasi.


Editor : Anton Suhartono