Donald Trump: Media Ingin Ekonomi AS Tetap Terpuruk Selama Mungkin

Ahmad Islamy Jamil ยท Kamis, 26 Maret 2020 - 11:24 WIB
Donald Trump: Media Ingin Ekonomi AS Tetap Terpuruk Selama Mungkin

Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

WASHINGTON DC, iNews.id – Presiden AS Donald Trump menuduh media ingin agar ekonomi AS tetap anjlok selama berlangsungnya pandemi virus corona (Covid-19). Dengan begitu, peluangnya untuk terpilih kembali pada pemilu mendatang bakal terkubur.

"Media LameStream adalah kekuatan dominan yang berusaha membuat saya, agar negara kita tetap terpuruk selama mungkin, dengan harapan itu akan merusak keberhasilan pemilihan saya," tulisnya pada Rabu (25/3/2020) dikutip The Guardian.

Trump berencana membuka kembali simpul-simpul bisnis di AS sebelum Paskah 12 April mendatang. Namun, rencana itu menuai kritik dan peringatan dari para pakar kesehatan di negara itu bahwa kebijakan seperti penutupan sementara dunia usaha dan imbauan kepada warga untuk tetap menjaga jarak fisik (physical distancing) membutuhkan waktu yang lebih panjang lagi.

Pada rapat Gugus Tugas Penanganan Virus Corona di Gedung Putih, Rabu (25/3/2020), Trump merespons peringatan pakar kesehatan dan media dengan penolakan yang cukup agresif. Dia berdalih, tenggat waktu penyetopan sementara dunia usaha hingga Paskah itu didasarkan pada kepentingan politiknya. "Media ingin melihat saya tampil buruk dalam pemilihan nanti," tudingnya.

“(Padahal) masyarakat sebenarnya ingin kembali bekerja secepatnya,” ungkapnya.

Pada Rabu (25/3/2020) kemarin, Trump mengulangi lagi seruannya agar warga AS mulai kembali bekerja setelah Paskah, meski kasus infeksi corona di AS kini telah mencapai 60.000 kasus. Para ilmuwan pun telah memperingatkan konsekuensi buruk bagi kesehatan masyarakat jika seruan Trump itu tetap dipaksakan.

"Sudah waktunya. Orang-orang ingin kembali bekerja," klaimnya.

Trump beranggapan, masyarakat yang kembali bekerja nanti masih bisa mencegah diri agar tak tertular corona. "Mereka tidak akan berjalan sambil berpelukan dan berciuman di kantor ketika mereka bekerja kembali. Meskipun mereka mungkin memiliki hasrat seperti itu," tuturnya.


Editor : Ahmad Islamy Jamil