Drone Misterius Masih Muncul di Bandara London, Militer Turun Tangan

Anton Suhartono ยท Jumat, 21 Desember 2018 - 11:06 WIB
Drone Misterius Masih Muncul di Bandara London, Militer Turun Tangan

Bandara Gatwick (Foto: AFP)

LONDON, iNews.id - Militer Inggris dikerahkan untuk membantu polisi memburu dua drone yang melintasi Bandara Gatwick, London, sejak Rabu (19/12/2018) malam.

Ulah drone memaksa penundaan penerbangan, baik keberangkatan maupun kedatangan, di bandara tersibuk kedua di Inggris itu hingga menyebabkan puluhan ribu penumpang terlantar.

Insiden ini juga memaksa maskapai mengalihkan pendaratan di bandara sekitar, bahkan hingga ke Paris dan Amsterdam.

Baca Juga: Penerbangan ke London Dialihkan ke Paris dan Amsterdam akibat Drone

Hingga Kamis (20/12/2018) malam waktu setempat, bandara masih bersiaga karena drone-drone tersebut masih terlihat sesekali.

"Landasan pacu Gatwick masih belum bisa digunakan karena drone masih terlihat," bunyi pernyataan bandara yang dirilis Kamis pukul 23.00 waktu setempat, dikutip dari AFP, Jumat (21/12/2018).

Polisi dan pihak berwenang bandara yakin drone-drone itu diterbangkan secara sengaja untuk mengganggu aktivitas penerbangan.

Menutut kepolisian, drone berukuran besar didapati hilir mudik lebih dari 50 kali selama 24 jam.

"Kami mengira (drone) itu telah diatur dan dikembangkan," kata pekabat kepolisian Sussex, Jason Tingley, seraya menambahkan, petugas masih mempelajari rekaman CCTV untuk mengidentifikasi merek dan modelnya.

Dia mengatakan, petugas militer mempertimbangkan untuk menembak jatuh drone tersebut, meskipun pihak berwenang bandara mengingatkan tindakan itu bisa membahayakan karena peluru berpotensi nyasar.

Peralatan khusus disiagakan oleh Departemen Pertahanan di Bandara Gatwick untuk membantu kepolisian.

"Kami di sana untuk membantu dan melakukan apa yang kami bisa," kata Menteri Pertahanan Gavin Williamson kepada stasiun televisi Sky News.

Namun dia menolak membeberkan peran militer secara detail karena menjadi kewenangan polisi setempat.


Editor : Anton Suhartono