Eks Intel Rusia Diracun, Polisi Inggris Periksa 240 Saksi

Nathania Riris Michico ยท Minggu, 11 Maret 2018 - 11:04 WIB
Eks Intel Rusia Diracun, Polisi Inggris Periksa 240 Saksi

Polisi Inggris periksa ratusan saksi untuk menyelidik kasus Sergei Skripal yang diracun zat kimia. (Foto: AFP)

LONDON, iNews.id - Lebih dari 240 orang diperiksa sebagai saksi terkait kasus mantan agen intelijen Rusia, Sergei Skripal, dan putrinya yang diracun dengan zat kimia saat berada di pusat perbelanjaaan di Salisbury, Wiltshire, Inggris.

Selain itu, polisi juga berhasil menemukan lebih dari 200 bukti terkait kasus percobaan pembunuhan tersebut.

Saat ini, penyelidikan kasus Sergei Skripal dan putrinya, Yulia (33), tengah memasuki hari ketujuh. Skripal dan putrinya dirawat di Rumah Sakit Distrik Salisbury.

Polisi Inggris juga melaporkan, Skripal dan putrinya yang dirawat sejak Minggu 4 Maret 2018,
masih tetap dalam kondisi kritis namun stabil, setelah terpapar zat kimia.

Sementara itu, Sekretaris Negara, Amer Rudd mengatakan, pemerintah Inggris menggunakan sumber daya yang sangat besar untuk menyelidiki pihak-pihak yang terlibat serta pelaku dibalik penyerangan tersebut. Lebih dari 250 polisi kontra-terorisme terlibat dalam penyelidikan besar ini.

"Saya ingin menekankan polisi melanjutkan penyelidikan dengan kecepatan dan profesionalisme luar biasa," kata Rudd, seperti diberitakan BBC, Minggu (11/3/2018).

"Investigasi ini difokuskan untuk memastikan kita menjaga korban tetap aman dan juga kita mengumpulkan semua bukti sehingga bisa mengetahui bagaimana peristiwa yang sebenarnya," ujar dia.

Rudd memastikan polisi akan terus mencari informasi tambahan. Polisi juga mengecek puluhan rekaman CCTV untuk menemukan pelaku.

"Penyelidikan ini sangat teliti dan terperinci dan polisi perlu diberi ruang dan waktu untuk melanjutkannya," ujar dia menambahkan.

Sementara itu, polisi Inggris yang juga terpapar zat kimia saat menolong Skripal dan putrinya, Nick Bailey, menolak disebut pahlawan. Bailey merupakan orang pertama yang menolong Skripal dan putrinya saat tak sadarkan diri di bangku taman.

Setelah sebelumnya kritis, kini Bailey sudah sadar meski masih dalam kondisi kritis.

Skripal diketahui dihukum oleh pemerintah Rusia dengan membocorkan rahasia ke MI6 kepada Inggris. Namun dia mendapat perlindungan di Inggris pada 2010 sebagai bagian dari pertukaran mata-mata.

Rusia membantah terlibat dalam kasus tersebut. Namun, Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson menegaskan negaranya akan tidak akan duduk diam jika Moskow terbukti berada di balik serangan tersebut.


Editor : Nathania Riris Michico