FBI: Bom untuk Menyerang Komunitas Muslim di New York Sangat Berbahaya

Anton Suhartono ยท Jumat, 15 Februari 2019 - 13:31 WIB
FBI: Bom untuk Menyerang Komunitas Muslim di New York Sangat Berbahaya

Aktivitas di Masjid Islamberg, New York (Foto: AFP)

NEW YORK, iNews.id - Laporan terbaru Biro Penyelidikan Federal (FBI) menyebut, bom rakitan yang dibuat untuk menyerang komunitas muslim di Negara bagian New York, Amerika Serikat, sangat membahayakan. Rencana serangan itu berhasil digagalkan polisi setelah mendapat laporan dari masyarakat.

Dalam laporan yang dirilis pada Kamis (14/2/2019) sebagaimana dipublikasikan 12WHAM, FBI mengungkap, daya ledak tiga bom rakitan itu tak hanya bisa merusak bangunan, tapi menewaskan orang.

Baca Juga: Berencana Serang Kelompok Muslim di New York, 4 Pria Ditangkap Polisi

Tiga pelaku, Brian Colaneri, Vincent Vetromile, dan Andrew Crysel, ditangkap pada bulan lalu setelah petugas Departemen Kepolisian Greece mendapat laporan rencana serangan terhadap komunitas muslim Islamberg. Seorang remaja berusia 16 tahun bernama Nicholas Pheilshifter ikut diciduk.

Dalam pengembangan penyelidikan, polisi menemukan 23 senjata di rumah Pheilshifter.

Kasus ini terungkap setelah Pheilshifter menunjukkan beberapa bom tersebut kepada temannya, yakni remaja 15 tahun. Saksi menyebut ada beberapa pipa PVC dibungkus dengan lakban hitam yang ditunjukkan kepadanya pada November 2018.

Pheilshifter kini ditahan dan bisa bebas asal membayar jaminan 1 juta dolar AS atau sekitar Rp14 miliar.

Islamberg merupakan organisasi Islam yang berada di Negara Bagian New York, sekitar 64 kilometer dari Kota Binghampton. Organisasi ini didirikan oleh ulama asal Pakistan Mubarak Ali Ghani pada 1980-an. Meski demikian, kebanyakan anggotanya merupakan muslim kulit hitam.

Kelompok sayap kanan menuding Islamberg merupakan organisasi ekstrimis dan teroris, tapi tak bisa menunjukkan bukti tuduhan tersebut. Analisis dari Akademi Militer West Point pada 2008 mengungkap, tidak ada bukti bahwa Islamberg bagian dari jaringan pelatihan paramiliter.

Meski demikian, kompleks Islamberg, terdiri dari masjid, sekolah, dan kantin, masuk dalam target sasaran penyerangan beberapa kali. Pada 2015, pria asal Tennessee kedapatan merencanakan serangan ke kompleks Islamberg, tapi berhasil digagalkan.


Editor : Anton Suhartono