Filipina Hentikan Kerja Sama Militer dengan AS, Trump: Kami Bisa Hemat Uang

Anton Suhartono ยท Kamis, 13 Februari 2020 - 08:55 WIB
Filipina Hentikan Kerja Sama Militer dengan AS, Trump: Kami Bisa Hemat Uang

Donald Trump (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tak ambil pusing terkait keputusan Filipina membatalkan perjanjian militer dengan negaranya.

Bahkan Trump menilai, keputusan yang diambil Presiden Rogrogo Duterte itu justru akan menghemat pengeluaran AS.

"Jika mereka memutuskan seperti itu, tidak apa-apa. Kami bisa menghemat banyak uang," kata Trump, seraya menambahkan bahwa kebijakan ini tak akan mengubah hubungan baiknya dengan Duterte, dikutip dari AFP, Kamis (13/2/2020).

Perjanjian bernama Visiting Forces Agreement (VFA) 1998 tersebut merupakan payung hukum bagi kehadiran pasukan AS di Filipina serta mengorganisasi latihan perang bersama.

Kedutaan Besar AS di Filipina menilai keputusan Istana Malacanang itu sebagai langkah serius meskipun usia perjanjian itu memang akan berakhir 6 bulan lagi.

Ancaman akan mencabut perjanjian ini sudah disampaikan Duterte sejak akhir Januari 2020. Penyebabnya, AS menolak memberikan visa perjalanan kepada senator Ronald Dela Rosa, orang dekat Duterte yang mengawasi perang terhadap kejahatan narkoba.

"Sekarang, mereka tidak akan membiarkan Bato pergi ke AS", kata Duterte, mengacu pada panggilan akrab Dela Rosa.

Duterte bahkan memberi waktu 1 bulan kepada AS untuk menentukan sikap.

"Jika Anda (AS) tidak mengoreksi, pertama, saya akan menutup pangkalan, Perjanjian Kunjungan Pasukan (VFA). Saya memberi (waktu) kepada Pemerintah AS 1 bulan dari sekarang," ujarnya, menegaskan.

Upaya keras Duterte memerangi kejahatan narkoba dikecam komunitas internasional karena mengabaikan HAM. Sejak dia menjabat sebagai presiden pada 2016, lebih dari 6.000 orang tewas tanpa melalui pengadilan.


Editor : Anton Suhartono