Filipina Minta Warganya Tak Kunjungi Hong Kong

Nathania Riris Michico ยท Rabu, 14 Agustus 2019 - 14:36 WIB
Filipina Minta Warganya Tak Kunjungi Hong Kong

Anggota sektor medis wilayah menghadiri protes di Edinburgh Place di Hong Kong pada 2 Agustus 2019. (FOTO: Anthony WALLACE / AFP)

MANILA, iNews.id - Pemerintah Filipina meminta warganya tidak bepergian ke Hong Kong setelah gelombang protes anti-pemerintah di bandara menyebabkan ratusan penerbangan dibatalkan. Aksi unjuk rasa itu memicu bentrokan, Selasa (13/8/2019).

Juru Bicara Kepresidenan Salvador Panelo mengatakan, laporan pembatalan penerbangan harus menjadi dasar pertimbangan warga untuk tidak mengunjungi Hong Kong.

"Ini bukan waktu yang tepat untuk pergi ke sana," kata Panelo, seperti dilaporkan Philippine News Agency, Rabu (14//2019).

Kendati sempat terjadi bentrokan, Panelo mengatakan Departemen Tenaga Kerja dan Ketenagakerjaan belum mengeluarkan larangan penempatan pekerja Filipina di Hong Kong.

"Menteri Tenaga Kerja mengatakan tidak akan ada larangan penempatan untuk sementara waktu," kata Panelo.

Menurutnya, lantaran aksi protes terjadi selama dua hari berturut-turut di bandara, kementerian akan terus memantau situasi di Hong Kong.

Senin lalu, para demonstran berunjuk rasa di area bandara hingga menyebabkan arus penerbangan mandek.

South China Morning Post melaporkan, sebanyak 160 penerbangan keberangkatan dan 150 penerbangan kedatangan pada Selasa kemarin sudah dibatalkan.

Sementara itu, Cathay Pacific Airways, maskapai andalan Hong Kong, mengumumkan pembatasan jumlah penerbangan.

Sebagian penerbangan di Bandara Internasional Hong Kong kembali beroperasi normal pada Rabu (14/8/2019).


Editor : Nathania Riris Michico