Foto Satelit Penampakan Ratusan Kendaraan Tempur China di Perbatasan Hong Kong

Anton Suhartono ยท Rabu, 14 Agustus 2019 - 18:10 WIB
Foto Satelit Penampakan Ratusan Kendaraan Tempur China di Perbatasan Hong Kong

Foto satelit penampakan kendaraan angkut personel serta armada tempur lapis baja China di stadion Shenzen (Foto: Maxar Technologies/EPA)

HONG KONG, iNews.id - Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) bahwa China mengerahkan pasukan dan armada tempur di perbatasan Hong Kong, bukan isapan jempol.

Gambar satelit menunjukkan, rarusan kendaraan pegangkut personel dan armada tempur Kepolisian Rakyat China (PAP) disiagakan di kompleks stadion Kota Shenzen.

Sebelumnya dua media yang dikelola pemerintah China yakni People's Daily dan Global Times merilis video pergerakan armada tempur PAP ke Shenzen, namun tak langsung mengaitkannya dengan demonstrasi yang terjadi di Hong Kong.

Pengerahan kendaraan lapis baja itu mengundang pertanyaan karena dilakukan saat kondisi Hong Kong memanas, ditandai dengan pendudukan bandara oleh demonstran prodemokrasi. Namun demonstran menghentikan aksi unjuk rasa di bandara pada Rabu sore dan aktivitas penerbangan kembali normal.

Foto-foto yang diambil pada Senin (12/8/2019) oleh Maxar WorldView menunjukkan, lebih dari 500 kendaraan diparkir di dan sekitar stadion sepak bola Shenzhen Bay Sports Center, tepat di seberang pelabuhan Hong Kong.

Media pemerintah China melaporkan, pengerahan kendaraan tempur tersebut untuk mendukung latihan dan telah direncanakan sebelumnya.

Sementara itu, dalam cuitannya, Trump dan intelijen AS yakin China memindahkan pasukan ke perbatasan Hong Kong terkait dengan kondisi terbaru di sana.

"Semua orang harus tenang dan aman!" ujarnya.

Sejauh ini belum ada keterlibatan langsung China, yakni dengan mengirim personel PAP atau Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) ke Hong Kong untuk memadamkan kerusuhan.

China tampaknya sadar akan dampak buruk yang ditimbulkan dengan melibatkan diri menangani masalah keamanan di wilayah semiotonomi itu.

Hal itu juga akan berdampak buruk bagi reputasi Hong Kong sebagai tempat yang aman dan stabil untuk berinvestasi.


Editor : Anton Suhartono