Gara-Gara Komentar Putin, Proyek Pembangunan Katedral di Rusia Dibatalkan

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 17 Mei 2019 - 10:31 WIB
Gara-Gara Komentar Putin, Proyek Pembangunan Katedral di Rusia Dibatalkan

Presiden Rusia Vladimir Putin. (FOTO: AP)

SOCHI, iNews.id - Rencana pembangunan gereja katedral baru di Rusia ditangguhkan setelah terjadi bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa.

Ribuan orang di Kota Ural, Yekaterinburg, melakukan aksi protes pada pekan ini menentang rencana Gereja Ortodoks untuk membangun kembali katedral era pra-Soviet di taman pusat kota yang populer.

"Hari ini, kami menangguhkan proyek ini," kata Wali Kota Alexandre Vyssokinski, seperti dilaporkan kantor berita TASS, Jumat (17/5/2019).

Pihak berwenang, kata dia, akan menampung opini warga lokal untuk menentukan masa depan proyek itu.

Sebelumnya pada Kamis (16/5), Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, "Jika orang menentangnya (rencana pembangunan gereja), pendapat itu harus dihormati."

"Langkah-langkah perlu diambil dari kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah ini dari sudut pandang orang-orang yang tinggal di sana," ujar Putin.

Dia juga menyarankan -seperti yang dijanjikan oleh Vyssokinski- bahwa harus ada survei.

"Dan suara minoritas harus mengakui suara mayoritas."

Foto-foto di media sosial menunjukkan, wali kota berbicara di depan kerumunan beberapa ratus pengunjuk rasa.

Komentar Putin itu merujuk pada bentrokan terakhir yang tejadi pada Rabu lalu, yang menyebabkan 70 orang ditangkap.

Komentar Putin ini dianggap tidak biasa, apalagi pemimpin Kremlin itu diyakini mendukung peningkatan peran Gereja Ortodoks di Rusia. Rencana pembangunan katedral ini juga dipandang sebagai bagian dari kebijakan Putin.

Puluhan orang ditangkap saat bentrokan di lokasi pembangunan di Yekaterinburg, sekitar 1.000 mil sebelah timur Moskow.

Pemerintah setempat mendukung proyek tersebut, dan bos dari salah satu produsen tembaga terbesar di Rusia juga menawarkan dukungan keuangan.

"Biasanya, orang meminta sebuah katedral dibangun," kata Putin.

"Katedral harus bersatu, bukan memecah belah orang," ujar dia, menambahkan.

Perselisihan itu memunculkan ketegangan soal meningkatnya otoritas Gereja Ortodoks di Rusia.

Katedral itu pertama kali diperdebatkan sembilan tahun lalu dan rencananya akan dibangun untuk mengganti yang gereja yang dihancurkan oleh otoritas Soviet pada 1930. Dijadwalkan selesai pada 2023, tinggi katedral itu mencapai 66 meter.


Editor : Nathania Riris Michico