Gelar Kebaktian saat Pandemi dan Positif Covid-19, Pendeta Dibui 3 Bulan

Ahmad Islamy Jamil ยท Kamis, 06 Agustus 2020 - 14:13 WIB
Gelar Kebaktian saat Pandemi dan Positif Covid-19, Pendeta Dibui 3 Bulan

Ilustrasi narapidana di dalam penjara. (Foto: Ist.)

YANGON, iNews.id – Seorang pendeta asal Kanada, David Lah (43), dipenjara selama tiga bulan di Myanmar. Lelaki itu dibui setelah dia dan puluhan pengikutnya terinfeksi virus asal China tersebut ketika mengadakan layanan yang dilarang oleh pemerintah setempat.

AFP melansir, Myanmar dianggap berhasil menanggulangi pandemi Covid-19 dengan hanya 357 kasus infeksi dan enam kematian yang dikonfirmasi sejauh ini. Kendati demikian, jumlah pengujian yang rendah membuat banyak orang khawatir bahwa angka infeksi di negara Asia Tenggara itu sebenarnya jauh lebih tinggi.

David Lah lahir di Myanmar, namun berdomisili di Toronto, Kanada. Dia diketahui sering kembali ke tanah airnya untuk menginjil.

Pada Maret lalu, Myanmar memberlakukan larangan pertemuan yang melibatkan banyak orang lantaran pandemi Covid-19. Akan tetapi, pada awal April muncul rekaman video tentang David Lah sedang mengadakan kebaktian di Yangon, kota terbesar di negeri itu.

“Jika orang-orang berpegang teguh pada Alkitab dan Yesus di dalam hati mereka, penyakit tidak akan datang. Satu-satunya yang bisa menyembuhkan dan memberikan kedamaian dalam pandemi ini adalah Yesus,” ujar David Lah dalam satu video di dalam ruangan yang penuh dengan jemaat Nasrani.

David Lah dinyatakan positif terkena virus corona tak lama setelah itu. Puluhan kasus yang dikonfirmasi pun dilacak kembali ke pengikutnya.

Aktivis gereja itu ditangkap setelah sembuh dari penyakitnya pada Mei lalu dan menghadapi hukuman tiga tahun penjara karena melanggar Undang-Undang Manajemen Bencana Alam Myanmar. Namun, pada Kamis (6/8/2020) ini, Pengadilan Yangon memilih untuk bersikap lunak.

David Lah dan koleganya, Wai Tun, akhirnya hanya dijatuhi hukuman tiga bulan penjara. Pengacara David Lah, Aung Kyi Win, mengatakan kepada wartawan di luar pengadilan bahwa masa hukuman yang telah dijalani kliennya akan dikurangi.

Kerumunan pengikut David Lah yang menunggu sang pendeta pun bersorak-sorai dan merayakan kabar pengurangan hukuman lelaki itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil