Hakim Perintahkan Pelaku Penembakan Masjid Christchurch Dites Kejiwaan

Anton Suhartono ยท Jumat, 05 April 2019 - 10:01 WIB
Hakim Perintahkan Pelaku Penembakan Masjid Christchurch Dites Kejiwaan

Jurnalis berkumpul di lokasi sidang Brenton Tarrant di Pengadilan Distrik Christchurch (Foto: AFP)

CHRISTCHURCH, iNews.id - Terdakwa penembakan jamaah Salat Jumat di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, Brenton Tarrant, akan menjalani pemeriksaan kejiwaan.

Hal ini sesuai dengan perintah hakim Pengadilan Tinggi yang memimpin sidang, Jumat (5/4/2019).

Tes kejiwaan ini untuk memastikan apakah pria 28 tahun asal Australia itu sehat secara mental untuk diadili atas 50 tuduhan pembunuhan dan 39 percobaan pembunuhan.

Hakim Pengadilan Tinggi Cameron Mander memutuskan dalam persidangan yang berlangsung singkat itu bahwa Tarrant akan diperiksa oleh dua penilai kesehatan untuk menentukan apakah dia layak untuk diadili atau tidak.

Sementara itu Tarrant duduk tak bergerak selama persidangan, mendengarkan dengan saksama pernyataan jaksa dan hakim.

Dia tak dihadirkan secara langsung ke ruang sidang, melainkan melalui video. Tarrant ditahan di penjara dengan tingkat keamanan tinggi di Auckland.

Pria pembela supremasi kulit putih itu tidak diharuskan untuk mengajukan pembelaan dan dikembalikan ke tahanan sampai pengadilan berikutnya digelar yakni pada 14 Juni.

Korban selamat dan keluarga korban tewas dalam serangan 15 Maret itu hadir dalan persidangan di Pengadilan Distrik Christchurch.

Sekitar 50 orang berada di area publik pengadilan untuk melihat pria yang dituduh melakukan pembantaian paling mematikan dalam sejarah Selandia Baru modern itu.

Mereka melihat Tarrant di layar. Posisi kamera di pengadilan tidak memungkinkan Tarrant melihat siapa saja yang hadir di pengadilan, kecuali hakim dan pembela.

Bagi sebagian besar yang hadir, ini merupakan kesempatan pertama mereka melihat wajah Tarrant, meskipun melalui layar.

Yama Nabi, keluarga korban yang ayahnya berusia 71 tahun terbunuh, datang karena penasaran dengan sosok sang pembunuh.

"Saya hanya ingin melihat wajahnya, (meskipun) itu tidak akan mengembalikan orang yang saya cintai. Sepertinya, (dia) pengecut," katanya, dikutip dari AFP.


Editor : Anton Suhartono