Hampir 20.000 Orang Bunuh Diri di Jepang Sepanjang 2019, Rekor Terendah

Anton Suhartono ยท Sabtu, 18 Januari 2020 - 07:13 WIB
Hampir 20.000 Orang Bunuh Diri di Jepang Sepanjang 2019, Rekor Terendah

Angka bunuh diri di Jepang turun ke rekor terendah pada 2019 (Foto: AFP)

TOKYO, iNews.id - Jumlah kasus bunuh diri di Jepang sepanjang 2019 turun ke rekor terendah. Ini merupakan kabar mengejutkan di tengah anggapan internasional bahwa kasus bunuh diri di Negeri Sakura merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Data awal dari Kementerian Kesehatan Jepang mengungkap, 19.959 orang meninggal karena bunuh diri pada 2019, turun 4,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sekitar 70 persen dari jumlah meninggal merupakan laki-laki.

Baca Juga: Bunuh Diri Penyebab Kematian Tertinggi Anak Usia 10-14 Tahun di Jepang

Data final akan dirilis oleh kementerian pada Maret 2020, angkanya mungkin sedikit lebih tinggi. Meski demikian diprediksi masih berada di level mencengangkan.

Para pejabat mengatakan, angka final diharapkan menjadi rekor terendah sejak Jepang mengumpulkan data kasus bunuh diri pada 1978.

Yasuyuki Shimizu, ketua tim pencegahan bunuh diri dari lembaga nirlaba LIFELINK, mengatakan, penurunan ini menunjukkan adanya hasil dari upaya pemerintah yang terus menerus mengampanyekan pencegahan bunuh diri.

"Berkat upaya yang terus meningkat untuk mencegah bunuh diri, karena masalah ini telah diakui sebagai masalah sosial," kata Shimizu, dikutip dari AFP, Sabtu (18/1/2020).

Baca Juga: 1 Orang di Dunia Bunuh Diri Setiap 40 Detik, Thailand yang Tertinggi di ASEAN

Upaya yang dilakukan pemerintah di antaranya memberlakukan undang-undang pencegahan bunuh diri.

Meski demikian, Shimizu menilai angka 20.000 kematian akibat bunuh diri dalam setahun tetap disayangkan.

"Jumlahnya menurun, tapi orang meninggal tidak akan bisa kembali. Itu tidak normal bahwa sekitar 20.000 meninggal (bunuh diri) setiap tahun," tuturnya.

Baca Juga: Angka Bunuh Diri di Dunia Turun 32% dalam 30 Tahun

Jumlah bunuh diri di Jepang mencapai rekor tertinggi pada 2003 yakni 34.427 orang. Angka kematian akibat bunuh diri terus berada di atas 30.000 antara 2004 dan 2011, namun menurun sejak itu.

Data terbaru ini tidak mengunglap alasan bunuh diri. Namun merujuk data tahun lalu, kementerian menyebut ada beberapa faktor seperti masalah keuangan, pekerjaan, keluarga, dan depresi.


Editor : Anton Suhartono