Heboh, Pria di China Kirim Helikopter ke Sekolah Putrinya sebagai Tugas Sains

Anton Suhartono ยท Selasa, 14 Mei 2019 - 16:51 WIB
Heboh, Pria di China Kirim Helikopter ke Sekolah Putrinya sebagai Tugas Sains

Helikopter dikirim ke SD Percobaan Fengdan di Beijing sebagai bagian tugas sains (Foto: Weibo)

BEIJING, iNews.id - Jagad maya China baru-baru ini dihebohkan dengan seorang pria yang mengirim helikopter ke sekolah dasar (SD) anaknya sebagai bagian dari tugas sains, Jumat (10/5/2019).

Warganet mengunggah foto dan video para siswa SD Percobaan Fengdan di Distrik Haidian, Beijing, sedang bermain di dekat helikopter yang berada di area bermainan sekolah. Tak butuh waktu lama untuk membuat foto dan video itu menjadi viral.

Informasi di media sosial menyebut, ayah salah satu siswi yang mengirim helikopter itu sebagai tugas untuk festival sains sekolah. Para siswa bisa belajar bagaimana prinsip kerja dari helikopter.

Jelas saja sekolah mengganjar siswi tersebut sebagai pemenang festival sains.

Sementara itu, ayah dari siswi, Chen, mengirim helikopter beserta dua pilot atas undangan sekolah. Chen merupakan pemilik perusahaan penyewaan helikopter untuk pariwisata.

Beberapa warganet tidak menyukai tindakan sang ayah karena terkesan ingin memamerkan kekayaan. Namun sebagian lainnya justru memuji dengan mengatakan kehadiran helikopter itu memberi kesempatan para siswa melihat dari dekat dan mempelajarinya.

"Kebanyakan orangtua tidak mampu memberikan pelajaran kepada anak-anak tentang helikopter seperti yang dilakukan ayah itu. Mengapa kita harus mengkritik seseorang yang memiliki kemampuan dan ingin berbagi dengan anak-anak lainnya?" kata seorang warganet, CHcathrine, seperti dikutip dari China Daily, Selasa (14/5/2019).

Pada Jumat sore, otoritas keamanan publik Beijing mengeluarkan pemberitahuan bahwa pesawat atau helikopter pribadi berukuran kecil dilarang terbang dari 11 hingga 16 Mei untuk memastikan keamanan selama Conference on Dialogue of Asian Civilisations yang dimulai pada 15 Mei.

Pesawat atau helikopter kategori itu adalah yang terbang pada ketinggian di bawah 1.000 meter, memiliki kecepatan tidak lebih dari 200 km/jam, serta memiliki penampang radar tidak lebih dari 2 meter persegi.

Sementara itu Chen mengatakan kepada Beijing Youth Daily, Minggu (12/5/2019), dia sudah mengantongi izin sebelum dan helikopter berada di sekolah pada Jumat pagi sebelum batas waktu yang ditentukan oleh otoritas keamanan publik.

Dia menegaskan menerima undangan sekolah bisa membantu anak-anak menguasai pengetahuan tentang helikopter.


Editor : Anton Suhartono