Hilang 13 Tahun, Mantan Agen FBI Ini Ternyata Meninggal di Tahanan Iran

Anton Suhartono ยท Kamis, 26 Maret 2020 - 12:49 WIB
Hilang 13 Tahun, Mantan Agen FBI Ini Ternyata Meninggal di Tahanan Iran

Bob Levinson (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Seorang mantan agen Biro Penyelidikan Federal (FBI) Amerika Serikat yang hilang misterius sejak 2007, dinyatakan meninggal di tahanan Iran.

Kabar meninggalnya pria bernama Bob Levinson itu disampaikan oleh keluarga pada Rabu (25/3/2020), menyudahi 13 tahun harapan akan titik terang keberadaannya.

Keluarga Levinson menyebut sudah mendapat kabar duka itu dari para pejabat AS, namun tak mengetahui kapan meninggalnya.

"Kami baru-baru ini menerima informasi dari para pejabat AS, yang isinya menyimpulkan bahwa suami dan ayah kami yang luar biasa, meninggal saat berada dalam tahanan Iran," kata keluarga, dalam pernyataan, seperti dikutip dari AFP, Kamis (26/3/2020).

Dilanjutkan dalam pernyataan, keluarga belum mengetahui kapan pria yang pada bulan ini genap berusia 72 tahun itu meninggal, termasuk apakah jenazahnya akan dipulangkan atau tidak.

Namun mereka memastikan Levinson meninggal sebelum virus corona mewabah di Iran yang memaksa pihak berwenang membebaskan sementara ribuan tahanan.

Lebih lanjut keluarga menuduh Iran berbohong berulang kali kepada dunia mengenai nasib Levinson. Selain itu keluarga juga mengkritik pemerintah AS yang tidak mengklasifikasikan Levinson sebagai sandera dan menyangkal korban bekerja untuk pemerintah.

"Mereka yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Bob Levinson, termasuk mereka yang berada di pemerintahan AS yang selama bertahun-tahun meninggalkannya, pada akhirnya akan menerima keadilan atas apa yang telah mereka lakukan," kata keluarga.

Levinson merupakan satu dari sejumlah warga AS yang hilang di tangan Iran. Namun berbeda dengan kasus lainnya, peristiwa yang dialami Levinson membingungkan.

Ayah tujuh anak itu dinyatakan hilang sejak Maret 2007 di Kish, sebuah pulau di Iran yang memiliki aturan izin masuk pendatang asing lebih longgar dibandingkan daerah lain.

Laporan menyebutkan, Levinson ditangkap terakait kasus pemalsuan rokok. Namun The Washington Post melaporkan pada 2013, setelah pensiun dari FBI, Levinson bekerja untuk CIA dan menjalankan misi mengumpulkan informasi intelijen tentang Iran.

Disebutkan, pada saat itu bahwa CIA membayar 2,5 juta dolar AS kepada istri Levinson, Christine, sebagai imbalan jika terjadi sesuatu pada sang suami.

Sejauh ini Presiden Donald Trump belum mengonfirmasi kematian Levinson dengan alasan Iran belum menyampaikannya secara resmi.


Editor : Anton Suhartono