Hotel di Jepang 'Pecat' Karyawan Robot karena Sering Rusak

Anton Suhartono ยท Rabu, 16 Januari 2019 - 19:16 WIB
Hotel di Jepang 'Pecat' Karyawan Robot karena Sering Rusak

Robot dinosaurus bertugas di front desk Hotel Henn na (Foto: SCMP)

TOKYO, iNews.id - Jaringan Hotel Henn na di Jepang yang dikenal dengan para pelayan robotnya menghadapi kendala. Banyak robot sering rusak dan mengganggu para tamu. Selain itu biaya untuk memperbaikinya cukup besar.

Karena itu manajemen hotel memberhentikan banyak robot dan tugas-tugasnya digantikan oleh manusia. Hotel Henn na mempekerjakan robot sebagai petugas front desk, cleaning service, porter, dan asisten kamar.

Meski demikian, Henn na tak kapok menggunakan robot. Bahkan hotel akan memesan robot generasi terbaru serta membuka lebih banyak jaringan lagi di berbagai daerah di Jepang.

"Kami berusaha untuk berevolusi dan meningkatkan (pelayanan) setiap hari. Tapi kami (sadar) bekerja dengan peralatan canggih," kata Tatsuya Fukuda, pejabat grup usaha hotel dan travel HIS, dikutip dari South China Morning Post, Rabu (16/1/2019).

Dia menambahkan, tugas-tugas robot digantikan manusia untuk menjamin keberlangsungan usaha serta memastikan tamu dilayani sesuai standar perusahaan.

Presiden HIS Hideo Sawada mengatakan, perusahaan akan bertahan dengan konsep ini karena menarik perhatian global sejak hotel pertama kali dibuka di kota Sasebo pada 2015. Namun dia menyadari teknologi punya kelemahan.

"Ketika Anda benar-benar menggunakan robot, Anda menyadari bahwa ada tempat di mana mereka tidak diperlukan atau hanya mengganggu orang," kata Sawada.

Hotel menghentikan penggunaan robot humanoid dan dinosaurus di front desk karena mereka tak mampu menjelaskan kepada tamu saat ditanya soal pertunjukan lokal dan akses ke bandara. Meski demikian, hotel tetap menyediakan petugas manusia untuk memeriksa pasport tamu yang akan check in.

Robot yang bertugas membawa barang-barang tamu juga tak dapat menjalankan tugas secara maksimal karena tidak semua kamar bisa mereka jangkau. Selain itu, mereka bisa rusak jika basah.

Demikian halnya dengan robot asisten kamar bernama Churi yang kemampuannya dalam menjalankan tugas terbatas serta mengalami masalah komunikasi karena tak menguasai semua aksen.

Bahkan ada tamu yang mengeluh karena Churi kerap mengetuk pintu kamarnya setiap saat pada malam hari. Pasalnya, tamu itu tidur mendengkur dan Churi membaca suara dengkuran tersebut sebagai perintah.


Editor : Anton Suhartono