India Tangkap Puluhan Orang Pascaputusan Mahkamah Agung soal Lahan Bekas Masjid Ayodhya

Anton Suhartono · Senin, 11 November 2019 - 13:03 WIB
India Tangkap Puluhan Orang Pascaputusan Mahkamah Agung soal Lahan Bekas Masjid Ayodhya

Polisi India memeriksa warga muslim di Kota Ayodhya menjelang pengumuman putusan Mahkamah Agung (Foto: AFP)

NEW DELHI, iNews.id - Kepolisian India menangkap puluhan orang terkait komentar mereka di media sosial pascaputusan Mahkamah Agung yang memenangkan lahan bekas masjid di Ayodhya untuk umat Hindu.

Masjid Ayodhya di Uttar Pradesh disengkatakan antara umat Islam dan Hindu memicu kerusuhan yang merenggut lebih dari 2.000 nyawa. Masjid tersebut diruntuhkan pada 1992. Pada Sabtu (9/11/2019), Mahkamah Agung mengeluarkan putusan yang memenangkan umat Hindu sehingga lahan bekas masjid berusia 5 abad itu bisa dijadikan sebagai kuil.

Umat Hindu percaya lahan tempat berdirinya masjid dulunya merupakan tempat kelahiran dewa Rama.

Beberapa pemimpin nasionalis Hindu sampai saat ini masih menjalani sidang pengadilan atas pembongkaran masjid dan kasus pembunuhan dalam tragedi itu.

Pascaputusan, berbagai komentar warganet mewarnai media sosial, baik yang bersuka ria maupun menentang. Polisi India menangkap puluhan warganet dari kedua kubu karena komentar mereka dianggap mengganggu keharmonisan umar beragama.

Dalam pernyataan, kepolisian India menjelaskan, warganet yang ditangkap mem-posting di berbagai platform media sosial seperti Facebook, Twitter, dan YouTube. Di Uttar Pradesh saja setidaknya 77 orang ditangkap sejak Sabtu lalu. Delapan orang lainnya ditangkap di Madhya Pradesh.

Pernyataan itu juga menyebutkan, pihak berwenang mendapati terhadap lebih dari 8.270 posting-an yang berpotensi merusak kerukunan, termasuk melaporkan posting-an itu ke perusahaan media sosial yang terkait.

Selain itu pemerintah juga mengirim pesan langsung kepada pemilik akun untuk menghapus isi posting-an.

Sebagian besar, yakni lebih dari 2.800 posting-an berada di Twitter, 1.355 komentar negatif di Facebook, dan 98 video YouTube, seperti dikutip dari AFP, Senin (11/11/2019).

Laporan media India menyebutkan, kepolisian India unit kejahatan siber menggunakan program 'analisis sentimen' untuk mengidentifikasi posting-an media sosial. Beberapa laporan mengutip seorang pejabat tinggi Uttar Pradesh mengungkap, petugas bahkan bisa mengetahui percakapan di WhatsApp.

Selain terkait komentar di media sosial, ada juga warga yang ditangkap karena merayakan keputusan itu secara berlebihan. Seorang sipir penjara di kota Gwalior ditangkap karena merayakan menggunakan kembang api.

Situasi Kota Ayodhya sempat mencekam menjelang pengumuman putusan dari Mahkamah Agung. Warga memborong bahan makanan karena khawatir akan pecah kerusuhan seperti terjadi pada 1992. Namun saat putusan disampaikan pada Sabtu malam, kekhawatiran itu tak terbukti. Umat Islam pasrah dengan putusan tersebut seraya mendesak pemerintah untuk menyiapkan lahan baru sebagai alternatif lokasi masjid.

Sesuai putusan Mahkamah Agung, umat ​​Islam akan diberikan sebidang tanah terpisah di Ayodhya untuk dibangun masjid yang baru.

Editor : Anton Suhartono