Indonesia Pindahkan Ibu Kota ke Kalimantan Timur, Ini Keuntungan yang Didapat Malaysia

Anton Suhartono ยท Senin, 14 Oktober 2019 - 15:52 WIB
Indonesia Pindahkan Ibu Kota ke Kalimantan Timur, Ini Keuntungan yang Didapat Malaysia

Lokasi titik nol ibu kota baru Indonesia di Penajam Paser Utara (Foto: iNews.id)

KUALA LUMPUR, iNews.id - Malaysia akan mendapat banyak manfaat atau keuntungan terkait pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim).

Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) Malaysia Marzuki Yahya mengatakan, pemindahan ibu kota akan berimbas pada penambahan populasi di Kaltim yang dampaknya akan meningkatkan aktivitas perekonomian di Kalimantan.

"Akan ada banyak keuntungan bagi negara bagian di Malaysia, terutama Sabah dan Sarawak, serta akan membawa tantangan baru. Pemindahan ibu kota Indonesia juga akan merangsang perekonomian di Kalimantan, dan Sabah serta Sarawak akan mendapat manfaatnya," kata Marzuki, kepada anggota Dewan Rakyat, seperti dikutip dari The Star, Senin (14/10/2019).

Selain itu, Marzuki yakin sektor pariwisata di Sabah dan Sarawak akan tumbuh mengingat kedekatan antara ibu kota dengan perbatasan Malaysia.

Pemindahan ini juga diharapkan akan membuka banyak peluang baru untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antara Malaysia dan Indonesia.

"Khususnya untuk wilayah Kalimantan dengan keterlibatan pengembang dan kontraktor Malaysia yang dapat ambil bagian dalam proyek pembangunan di Kalimantan Timur," tuturnya.

Pemerintah, lanjut dia, yakin keputusan Indonesia tidak akan memengaruhi hubungan bilateral dengan Malaysia.

"Hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia membaik setiap hari," katanya, seraya menambahkan, pemerintah akan bernegosiasi untuk memastikan bahwa implikasi yang disebabkan oleh relokasi modal Indonesia akan bermanfaat bagi semua.

Dia melanjutkan, sebagai tetangga dekat, Malaysia selalu siap berbagi pengalaman dan keahlian jika diperlukan, mengingat pengalaman di masa lalu dalam memindahkan ibu kota dari Kuala Lumpur ke Putrajaya.

Seperti diketahui, titik nol lokasi yang akan menjadi ibu kota baru Indonesia berada di Bukit Soedharmono, Desa Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Area dengan kontur tanah berbukit itu sebagian besar masih berupa hutan dan kebun kelapa sawit. Di sekitarnya terdapat menara pantau api yang diresmikan pada 1995.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan memindahkan ibu kota negara ke sebagian wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Luas wilayah calon ibu kota negara ini sekitar 160.000 hektare.

Adapun biaya pemindahan diperkirakan sekitar Rp486 trilliun. Pembangunan akan dimulai pada 2020 dan ditargetkan selesai pada 2025.

Editor : Anton Suhartono