Inggris Kini Larang Penggunaan Kartu Kredit untuk Berjudi

Nathania Riris Michico ยท Selasa, 14 Januari 2020 - 17:05 WIB
Inggris Kini Larang Penggunaan Kartu Kredit untuk Berjudi

Ilustrasi kartu kredit/kartu debit. (FOTO: Pixabay)

LONDON, iNews.id - Inggris akan melarang penggunaan kartu kredit untuk membayar judi mulai April. Hal itu disampaikan regulator perjudian, Selasa (14/1/2020), menjadi larangan terbaru dalam industri.

"Komisi Perjudian mengumumkan larangan bisnis perjudian yang memungkinkan konsumen di Inggris menggunakan kartu kredit untuk berjudi," demikian pernyataan mereka, seperti dilaporkan AFP, Selasa (14/1/2020).

Larangan itu mulai berlaku pada 14 April dan mengikuti langkah yang diperkenalkan tahun lalu oleh pemerintah Inggris guna memangkas jumlah maksimum perjudian kasino elektronik. Tujuannya, membatasi daya tarik kecanduan terhadap judi.

Mengenai pelarangan penggunaan kartu kredit, kepala eksekutif Komisi Perjudian Neil McArthur mengatakan, "Kartu kredit perjudian dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan. Larangan yang kami umumkan hari ini harus meminimalkan risiko kerugian bagi konsumen karena berjudi dengan uang yang tidak mereka miliki."

McArthur mengatakan bahwa 22 persen penjudi online Inggris yang menggunakan kartu kredit adalah "penjudi bermasalah".

"Ada contoh konsumen yang mengakumulasi puluhan ribu pound utang melalui perjudian karena adanya kartu kredit," katanya.

"Ada juga bukti bahwa biaya yang dibebankan oleh kartu kredit dapat memperburuk situasi karena konsumen dapat mencoba mengejar kerugian ke tingkat yang lebih besar."

Komisi mencatat, 24 juta orang dewasa di Inggris berjudi, termasuk 10,5 juta secara online.

"Sementara jutaan berjudi bertanggung jawab, saya juga bertemu orang-orang yang hidupnya terbalik akibat kecanduan judi," kata Menteri Kebudayaan, Helen Whately.

"Kami tidak akan ragu mengambil tindakan lebih lanjut yang diperlukan untuk melindungi orang dari bahaya perjudian," kata dia.

Harga saham di perusahaan-perusahaan judi Inggris turun pada awal perdagangan pada Selasa sebagai akibat dari langkah terbaru ini.

Editor : Nathania Riris Michico