Intelijen Wanita Rusia yang Ditangkap di AS Tawarkan Seks demi Jabatan

Nathania Riris Michico ยท Kamis, 19 Juli 2018 - 11:57 WIB
Intelijen Wanita Rusia yang Ditangkap di AS Tawarkan Seks demi Jabatan

Mariia Butina (29) ditangkap pada Minggu (15/7) atas tuduhan berkonspirasi memengaruhi politik AS. (Foto: doc. Facebook)

WASHINGTON, iNews.id - Seorang perempuan yang dituduh sebagai anggota intelijen Rusia menawarkan hubungan seks guna mendapat jabatan di organisasi khusus Amerika Serikat (AS). Hal itu diungkapkan jaksa AS saat persidangan.

Mariia Butina (29), yang ditangkap pada Minggu (15/7), menghadiri sidang di pengadilan Washington DC. Dia ditangkap karena dituduh berkonspirasi memengaruhi politik AS.

Jaksa sebelumnya meminta hakim menahan Butina di penjara sebelum persidangan karena hubungannya dengan dinas intelijen Rusia. Dia muncul di pengadilan federal Washington pada Rabu (18/7/2018).

Butina menghadapi tuduhan federal yakni berkomplot membangun saluran komunikasi antara Rusia dan politisi AS selama pilpres 2016 serta beroperasi sebagai agen tidak terdaftar Pemerintah Federasi Rusia di AS.

Baca Juga: Usai Pertemuan Trump-Putin, AS Tangkap Wanita Rusia Terkait Mata-Mata

Senada dengan jaksa, Hakim Deborah Robinson mengatakan Butina harus ditahan dan dilarang ke luar negeri tidak ada jaminan dia akan hadir di persidangan jika dibebaskan.

Butina memanfaatkan seorang warga AS, yang disebut sebagai US Person 1, untuk mendapat akses lebih luas ke kegiatan politik di negara itu. Nama warga AS itu tidak disebutkan oleh jaksa, namun dari deskripsinya dia adalah Paul Erickson.

Dalam sejumlah foto di media sosial, Butina tampak berpose bersama Erickson, pegiat konservatif berusia 56 tahun di South Dakota. Butina disebut menjalin hubungan pribadi dan tinggal dengan pria tersebut untuk memperlancar aksinya.

Namun, kata jaksa penuntut, Butina tidak menganggap serius hubungannya dengan Erickson dan mencari pria lain melalui seks.

"Setidaknya pada satu kesempatan, Butina menawarkan seks ke orang lain selain Orang AS 1 (Erickson) dalam pertukaran untuk jabatan di dalam organisasi khusus," kata jaksa.

Dokumen-dokumen persidangan tidak menyebut secara rinci organisasi apa yang dimaksud. Namun, di media sosial, Butina kerap menghadiri acara-acara National Rifle Association (NRA).

Pengacara Butina, Robert Neil Driscoll, membantah semua tuduhan ke kliennya. Dia mengatakan kepada hakim, perempuan itu tidak akan melarikan diri bahkan setelah rumahnya digeledah oleh agen FBI pada April, dan bersaksi di depan Komite Intelijen Senat dalam sesi tertutup.

Driscoll mengungkap kliennya bekerja sama dengan pemerintah AS selama beberapa bulan.

"Dia tidak berisiko kabur. Dia jelas bukan bahaya bagi masyarakat," kata Driscoll.

"Sebelum penangkapannya, kami menawarkan bekerja sama dengan pemerintah dan bertemu secara diam-diam. Tidak ada indikasi Butina berusaha memengaruhi atau melemahkan kebijakan atau undang-undang tertentu," ujarnya.

Namun jaksa menepisnya dan menyebut Butina sedang bersiap-siap untuk meninggalkan Washington. Dia membatalkan kontraknya, mengirim 3.500 dolar AS atau sekitar Rp50 juta, ke rekening di Rusia, dan menanyakan soal penyewaan truk.

"FBI menemukan bukti Butina berhubungan dengan pejabat yang sebagai intelijen Rusia selama berada di AS," sebut jaksa.


Editor : Nathania Riris Michico