Islamofobia Meningkat Drastis di Inggris Pascateror di Selandia Baru

Nathania Riris Michico ยท Selasa, 26 Maret 2019 - 08:52 WIB
Islamofobia Meningkat Drastis di Inggris Pascateror di Selandia Baru

Gedung Parlemen di London, Inggris. (FOTO: AFP / BEN STANSALL)

LONDON, iNews.id - Tell Mama, sebuah LSM yang mendokumentasikan insiden Islamofobia di Inggris, menyatakan kejahatan berbasis kebencian terhadap Muslim melonjak di seluruh Inggris, setelah serangan teror Selandia Baru.

Dalam sebuah laporan yang dirilis pekan lalu, Tell Mama menyatakan kejahatan kebencian anti-Muslim meningkat 593 persen di Inggris dalam pekan pertama, setelah penembakan di Christchurch, di mana 50 jemaah Muslim tewas oleh seorang teroris sayap kanan.

"Ini menunjukkan bahwa beberapa orang melihat Muslim sebagai permainan adil untuk kebencian dan sekarang jelas bahwa kita memiliki ideologi kebencian yang berkelanjutan dan terus-menerus yang berfokus pada Muslim," kata Direktur Tell Mama, Iman Atta, seperti dilaporkan Anadolu, Selasa (26/3/2019).

"Muslim di Selandia Baru terbunuh dan Muslim Inggris merasakan kemarahan orang-orang fanatik. Itu jahat," sambungnya.

Menurut kelompok pemantau itu, 95 insiden dilaporkan terjadi antara 15 Maret, hari serangan Selandia Baru, hingga 21 Maret.

Sekitar 85 insiden, 89 persen dari total, secara langsung merujuk pada serangan Selandia Baru dan menampilkan gerakan yang menirukan senjata api ditembakan kepada Muslim.

Muslim di London utara, Southampton, dan Oxford melaporkan pelecehan verbal yang diarahkan kepada mereka, termasuk gerakan intimidasi yang meliputi gerakan senjata dan suara-suara peluru.
Dalam insiden pelecehan verbal lainnya, umat Islam diberi tahu bahwa "Anda harus ditembak" dan bahwa "Muslim harus mati".

Mayoritas serangan dilakukan secara langsung dibanding online. Menurut Tell Mama, pelaku yang melakukan serangan ini percaya bahwa mereka tidak akan ditangkap dan karena keberanian serangan tersebut, mereka tidak khawatir tentang konsekuensi dari apa yang telah mereka lakukan.


Editor : Nathania Riris Michico