Israel Kembali Tangkap Gubernur Yerusalem untuk Palestina

Nathania Riris Michico ยท Kamis, 21 November 2019 - 17:50 WIB
Israel Kembali Tangkap Gubernur Yerusalem untuk Palestina

Otoritas Palestina, Gubernur Yerusalem Adnan Ghaith. (FOTO: YouTube)

YERUSALEM, iNews.id - Pasukan Israel menahan gubernur Yerusalem di Palestina, Kamis (21/11/2019). Pasukan Israel membawanya dari rumahnya di timur Yerusalem untuk diinterogasi.

Penangkapan Adnan Ghaith terjadi sehari setelah otoritas Israel menutup kantor dua organisasi yang berafiliasi dengan Otoritas Palestina di Yerusalem.

Pejabat Otoritas Palestina (PA) ditangkap atau ditahan oleh Israel setidaknya enam kali dalam setahun terakhir.

Juru bicara kepolisian Micky Rosenfeld mengatakan kepada AFP bahwa penangkapan terbaru Ghaith dari rumahnya di Silwan adalah tentang aktivitas Palestina di Yerusalem. Namun mereka enggan memberikan rincian lebih lanjut.

Israel menduduki Yerusalem timur dalam Perang Enam Hari 1967 dan kemudian mencaploknya dalam tindakan yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Israel menganggap seluruh kota sebagai ibu kota mereka, sementara orang Palestina melihat wilayah timur sebagai ibu kota negara mereka di masa depan.

Israel melarang semua kegiatan PA di kota.

Akibatnya, PA memiliki menteri untuk urusan Yerusalem dan gubernur Yerusalem yang terletak di Al-Ram, tepat di sisi lain tembok Israel yang memisahkan kota di Tepi Barat yang diduduki.

Polisi sebelumnya menyelidiki Ghaith atas kecurigaan bahwa dia terlibat dalam penangkapan PA di AS pada 2018 oleh Issam Akel Amerika-Palestina. Ghaith dituduh terlibat dalam penjualan sebuah bangunan di Yerusalem timur kepada pembeli dari Yahudi.

Penjualan itu dianggap pengkhianatan di antara warga Palestina yang peduli dengan pemukim Israel yang membeli properti di Yerusalem timur.

Pada Rabu (20/11/2019), pasukan Israel menutup kantor Jerusalem Palestine TV, yang didanai oleh Otoritas Palestina yang berbasis di Tepi Barat, serta kantor kementerian pendidikan Palestina di kota tersebut.

Menteri Keamanan Publik Israel Gilad Erdan menuduh saluran TV itu memproduksi konten anti-Israel.

"Kami bersumpah terus mengejar kebijakan tegas terhadap segala upaya oleh Otoritas Palestina untuk melanggar kedaulatan kami di ibu kota."

Editor : Nathania Riris Michico