Israel Selidiki Polisi Wanita yang Terekam Kamera Menembak Warga Palestina dari Belakang

Anton Suhartono ยท Senin, 04 November 2019 - 10:10 WIB
Israel Selidiki Polisi Wanita yang Terekam Kamera Menembak Warga Palestina dari Belakang

Polwan Israel terekam kamera video menembak warga Palestina dari belakang (Foto: Times of Israel)

YERUSALEM, iNews.id - Kepolisian Israel menyelidiki anggotanya yang terekam kamera video menembak seorang warga Palestina dari belakang menggunakan peluru spons.

Tembakan itu menyebabkan korban luka karena dilepaskan dari jarak dekat.

Pelaku merupakan polisi wanita penjaga perbatasan yang saat itu bertugas di check point. Dia melarang korban untuk melintas ke permukiman Israel. Beberapa polisi lalu menyuruh pria itu untuk kembali ke arah Tepi Barat.

Saat pria itu berbalik badan, seorang polisi menembakkan peluru spons. Peluru ini berukuran besar dengan bagian ujung terbuat dari spons, biasa digunakan untuk menangani demonstran. Korban langsung ambruk dan meronta kesakitan.

Peristiwa ini terekam kamera video lalu disiarkan stasiun televisi Israel Channel 13 pada Sabtu (2/11/2019) malam hingga memicu reaksi keras warga Palestina. Polisi memberhentikan sementara pelaku pada Minggu (3/11/2019).

Juru bicara kepolisian Israel Micky Rosenfeld mengatakan, kementerian kehakiman sudah membuka penyelidikan terkait insiden ini. Menurut dia, penembakan terjadi 1,5 tahun lalu namun videonya baru beredar saat ini.

“Segera setelah insiden ini diketahui, polisi perbatasan perempuan itu diberhentikan sementara dari tugasnya,” ujar Rosenfeld, dikutip dari AFP, Senin (4/11/2019).

Dia menambahkan, saat kejadian ada beberapa polisi lain yang ikut berjaga. Rosenfeld memastikan mereka juga diberhentikan sementara dan sebagian di antaranya dimutasi.

Sementara itu Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengecam keras insiden tersebut dan mendesak PBB turun tangan.

"Video ini menunjukkan kebencian buta dan rasisme dari Zionis," kata PLO, dalam pernyataan.

Israel menduduki Tepi Barat sejak 1967. Saat ini ada sekitar 3 juta warga Palestina yang berada di Tepi Barat. Di lokasi yang sama ada sekitar 400.000 warga Israel yang tinggal di permukiman-permukiman ilegal secara hukum internasional.

Untuk menjaga keamanan mereka, Israel mendirikan banyak check point.


Editor : Anton Suhartono