Jika Kondisi Hong Kong Tak Terkendali, China Siap Kerahkan Kekuatan

Anton Suhartono ยท Kamis, 15 Agustus 2019 - 19:10 WIB
Jika Kondisi Hong Kong Tak Terkendali, China Siap Kerahkan Kekuatan

Liu Xiaoming (Foto: AFP)

LONDON, iNews.id - China tak ingin sekadar duduk dan menonton terkait kondisi di Hong Kong, mengindikasikan negara itu siap mengerahkan kekuatan jika situasi di sana mengkhawatirkan.

Duta Besar China untuk Inggris Liu Xiaoming mengatakan, negaranya siap memadamkan kerusuhan di Hong Kong dengan cepat jika krisis tak terkendali.

"Jika situasi semakin memburuk, terjadi kerusuhan yang tidak dapat dikendalikan oleh pemerintahan SAR (Daerah Administratif Khusus/Hong Kong), maka pemerintah pusat tidak akan hanya duduk dan menonton," kata Liu, dalam jumpa pers di London, dikutip dari AFP, Kamis (15/8/2019).

"Kami memiliki solusi dan kekuatan yang cukup untuk memadamkan kerusuhan dengan cepat," ujarnya, menegaskan.

Lebih lanjut dia berharap krisis di Hong Kong bisa berakhir dengan damai. Namun jika yang terjadi sebaliknya, China siap menurunkan kekuatan.

Pada kesempatan itu, Liu juga memprotes campur tangan asing dalam aksi unjuk rasa di Hong Kong yang sudah berlangsung selama 10 pekan.

Bahkan, Liu tak sungkan menyebut nama Inggris. Dia mendesak Perdana Menteri Boris Johnson untuk menyikapi masalah Hong Kong dengan sangat hati-hati.

"Saya pikir beberapa politisi di negara ini masih menganggap Hong Kong sebagai bagian dari kerajaan Inggris," tuturnya, menyindir.

Sebelumnya, China memperingatkan Inggris untuk berhenti mencampuri urusan Hong Kong. Peringatan itu disampaikan setelah Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab menghubungi pemimpin Hong Kong Carrie Lam, menekankan perlunya penyelidikan independen atas kekerasan yang dilakukan polisi terhadap para demonstran prodemokrasi.

China menggelar parade militer di Shenzhen, kota yang berbatasan dengan Hong Kong, pada Kamis pagi. Ratusan kendaraan tempur, baik angkut maupun lapis baja, serta ribuan personel Kepolisian Bersenjata Rakyat China (PAP) dikerahkan dalam parade.

Meski demikian, media yang dikelola pemerintah menyatakan pengerahan pasukan itu tak terkait dengan situasi yang terjadi di Hong Kong, melainkan latihan yang sudah direncanakan sejak lama.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan angkat bicara mengomentari kehadiran armada tempur di Shenzhen. Dalam cuitannya, Trump yakin China memindahkan pasukan ke perbatasan Hong Kong terkait dengan kondisi terbaru di Hong Kong.

"Semua orang harus tenang dan aman!" ujarnya.


Editor : Anton Suhartono