Jokowi-Ma'ruf Menang Telak di Seluruh TPS Melbourne Australia

Nathania Riris Michico ยท Rabu, 17 April 2019 - 19:36 WIB
Jokowi-Ma'ruf Menang Telak di Seluruh TPS Melbourne Australia

Presiden Petahana Indonesia, Joko Widodo. (FOTO: JUNI KRISWANTO / AFP)

MELBOURNE, iNews.id - Sebanyak 22 TPS di Melbourne, Australia, telah selesai melakukan penghitungan suara dalam pemilihan presiden dan wakil presiden Indonesia. Suara pasangan 01, Joko Widodo (Jokwi) - Ma'ruf Amin, menyapu bersih perolehan suara.

Dilaporkan ABC News, Rabu (17/4/2019), hingga pukul 21.30 waktu Melbourne, pasangan Jokowi-Ma'ruf memperoleh 6.963 suara.

Sementara pasangan 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, meraih 863 suara dan 120 surat suara dinyatakan tidak sah.

Masih ada satu TPS lagi yang belum dihitung, yakni suara dari para pemilih yang mencoblos lewat pos yang masih dalam proses perhitungan, dengan perkiraan suaranya mencapai 800 orang.

Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Melbourne menyatakan jumlah pemilih tetap di Melbourne yang sudah ditetapkan adalah 13.429 orang dan hanya 61 persen yang menggunakan hak pilihnya.

Suara untuk pasangan 01 unggul signifikan dibandingkan suara 02 di hampir semua TPS KJRI Melbourne. Bisa dikatakan, hasil sementara dari lebih dari 80 persen warga yang datang mencoblos memilih Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Pasangan 01 mendapat suara mayoritas di semua TPS, termasuk di TPS 09. (Foto: ABC News, Erwin Renaldi)

Sementara di Sydney, PPLN Sydney menyatakan perhitungan suara masih dilakukan di 18 TPS di negara bagian New South Wales, dua di Queensland, dan dua di Australia Selatan.

Ketua PPLN Sydney mengatakan, hingga saat ini suara pasangan 01 juga unggul di banyak TPS, namun hasil resminya baru akan diumumkan Kamis (18/04).

"Kita sudah melakukannya sejak pukul 08.00 namun karena keterbatasan lokasi KJRI Sydney yang terbatas kita membaginya menjadi 3 shift," ujar Ketua PPLN Sydney, Heranudin.

Menyusul laporan soal rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) agar pemungutan suara lanjutan di Sydney dilakukan, PPLN Sydney masih menunggu langkah selanjutnya.

Sebelumnya PPLN Sydney dilaporkan memutuskan menutup gedung Sydney Town Hall pada pukul 18.00 pada Sabtu (13/04) sore, padahal ratusan orang masih mengantre di luar gedung untuk memberikan suara.

Lewat Facebook, beberapa warga Indonesia yang tinggal di kota lainnya, seperti Canberra dan Brisbane juga mengirimkan foto hasil penghitungan suara di sejumlah TPS dan menunjukkan jika pasangan 01 unggul.

Di Melbourne, penghitungan suara baru dilakukan sekitar pukul 17.00 pada Rabu (17/04). PPLN, termasuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) yang bertugas di TPS, serta para saksi dan warga lainnya sudah berkumpul sebelum pukul 16.00.

Penghitungan suara di tiap-tiap TPS disaksikan oleh sejumlah saksi dari partai dan warga lainnya.

Proses penghitungan suara di TPS Pos masih dilakukan di Melbourne hingga laporan ini diturunkan. (Foto: ABC News, Erwin Renaldi)

Kendati lancar, beberapa suara masih harus dipastikan sah karena beberapa ada yang mencoblos lebih dari satu kali di kertas suara, ada pula yang tidak terlalu terlihat coblosannya.

Konsulat Jenderal RI di Melbourne, Spica A Tutuhatunewa, mengatakan sangat puas dengan proses pemilihan umum di negara bagian Victoria dan Tasmania.

"Kita sudah bekerja secara profesional, teman-teman PPLN, KPPSLN, Panwaslu, KJRI semua menjaga agar suasana tetap rukun dan bersaudara," ujarnya, kepada ABC News.

Dia juga memuji netralitas mereka yang bekerja di lapangan selama pemilu berlangsung serta minat beberapa warga yang ikut hadir memantau penghitungan suara.

Banyak di antara mereka yang bertugas di TPS mengaku bahwa sebuah pengalaman luar biasa untuk ikut menjadi bagian dari pemilihan umum.

Meski merasa senang melihat tingginya antusias warga Indonesia yang hadir saat pencoblosan, Tutuhatunewa berharap dalam pemilu selanjutnya, masyarakat mengikuti himbauan PPLN untuk mendaftarkan diri sebagai pemilih.

Sebelumnya, PPLN dan KJRI Melbourne memberikan waktu setahun untuk warga Indonesia mendaftarkan diri sebagai pemilih tetap.

"Ruang perbaikannya adalah masyarakat untuk mendaftar diri sebagai pemilih tetap dan jangan datang begitu saja ke KJRI," ujarnya.


Editor : Nathania Riris Michico