Jurnalis Perempuan Diusir dari Parlemen karena Pakai Baju Tanpa Lengan

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 07 Desember 2018 - 07:28 WIB
Jurnalis Perempuan Diusir dari Parlemen karena Pakai Baju Tanpa Lengan

Penampilan Patricia Karvelas yang lengannya terbuka menjadi pembicaraan di media sosial. (Foto: @PATSKARVELAS)

SYDNEY, iNews.id - Media sosial Australia riuh dengan dukungan pada seorang jurnalis perempuan yang diusir keluar dari parlemen Australia karena busananya dianggap terlalu terbuka.

Jurnalis itu, Patricia Karvelas, diminta meninggalkan ruang sidang parlemen karena penampilannya dianggap bisa mengganggu orang-orang di sana.

Insiden ini mendorong perbandingan antara pakaiannya dengan pilihan pakaian Julie Bishop, anggota parlemen dan mantan menteri luar negeri Australia, yang sering memilih gaun lengan pendek atau tanpa lengan selama sidang parlemen.

Tak ayal, orang-orang membanjiri media sosial untuk mendukung presenter ABC News ini. Sebagian menyebut keputusan untuk mengusirnya merupakan hal yang keterlaluan dan lelucon tidak lucu.

Berbicara di ABC News, Karvelas menjelaskan bahwa seorang staf mendatanginya 'dengan sopan' dan mengatakan pakaiannya terlalu memperlihatkan bahu. Sat itu juga mengatakan dia perlu lebih menutupi bahunya.

Busana yang dipakai Karvelas yang dianggap terlalu terbuka dan memicu dirinya diusir dari parlemen. (Foto: @PATSKARVELAS)

Karvelas menentang permintaan itu, dengan keyakinan bahwa pakaiannya sesuai dengan standar parlemen.

Menurut situs web Parlemen Australia, standar pakaian merupakan masalah "penilaian individu", meskipun keputusan akhir tentang apa yang dapat diterima ditentukan oleh Ketua Parlemen.

Ketua Parlemen Tony Smith sendiri mengatakan akan menyelidiki masalah ini.

"Busana standar untuk pria berupa celana panjang, jas, baju berkerah dan dasi; sementara untuk perempuan berlaku standar formalitas yang serupa," demikian isi situs web Parlemen Australia.

Dengan ketentuan yang sama, baik untuk anggota parlemen maupun pers, banyak orang termasuk wartawan politik Airlie Walsh menyoroti betapa tidak konsistennya perlakuan di parlemen.

Ini bukan pertama kalinya terjadi masalah seperti itu.

Anggota parlemen Adam Bandt mencuit dia pernah berusaha mengubah aturan tentang baju tanpa lengan tahun lalu, namun gagal.

Dan tampaknya Karvelas pernah pula diusir di sidang sebelumnya karena bajunya memperlihatkan bahu.

Baju tanpa lengan yang dipakai Julie Bishop, anggota parlemen sekaligus mantan menteri luar negeri Australia. (Foto: Twitter)

Situasi ini memunculkan kemarahan di media sosial.

"Perlakuan itu merupakan seksime yang patriarkis dan merendahkan serta menghina perempuan," cuit seorang pengguna Twitter.

Sejumlah perempuan kemudian mendukung Karvelas dengan memposting foto diri mereka dengan lengan telanjang.

Elizabeth Saunders merasa beruntung bahwa lengannya yang 'telanjang' itu hanya berurusan dengan dunia pengajaran dan tidak harus duduk di dalam ruangan pers.

Seorang pengguna Twitter lain membagikan gambar lengannya dengan tagar #ShowUsSomeArm, yang dicuitkan ulang oleh Karvelas.

Ada pula yang melihat sisi lucu dan dia mengatakan melalui plesetan dari amandemen kedua AS, the right to bear arms (hak menyandang senjata), menjadi the right to bare arms (hak untuk tampak lengan).


Editor : Nathania Riris Michico