Kabut Polusi Selimuti Meksiko: Warga Dilarang Keluar Rumah, Sekolah Diliburkan

Nathania Riris Michico ยท Kamis, 16 Mei 2019 - 10:24 WIB
Kabut Polusi Selimuti Meksiko: Warga Dilarang Keluar Rumah, Sekolah Diliburkan

Kabut tebal dan polusi udara melanda Kota Meksiko. (FOTO: AFP / ALFREDO ESTRELLA )

MEXICO CITY, iNews.id - Kota Mexico mengeluarkan peringatan polusi udara selama dua hari berturut-turut sejak Selasa hingga Rabu (15/5). Pemerintah setempat mendesak warga untuk tetap tinggal di rumah, meliburkan sekolah, dan memindahkan semi-final liga sepakbola divisi satu ke kota lain.

Kota Meksiko, yang menjadi tempat tinggal bagi bagi lebih dari 20 juta orang, diselimuti oleh kabut tebal sejak Sabtu (11/4).

Pihak berwenang menyatakan hal itu disebabkan kebakaran hutan yang melanda pada bulan ini di pinggiran kota. Hal itu diperparah dengan cuaca yang panas, kering, dan tak berangin, yang menimbulkan polusi udara yang parah.

"Tingkat kontaminasi polusi udara tetap tinggi, dan ramalan cuaca menunjukkan bahwa kondisi yang yang tidak menguntungkan ini akan tetap berlangsung," demikian pernyataan kementerian pendidikan, seperti dilaporkan AFP.

Kementerian itu juga mengumumkan semua kelas sekolah dasar dan menengah untuk Kamis (16/5/2019) diliburkan.

Tempat penitipan anak juga diperintahkan untuk tetap ditutup.

Universitas terbesar di negara itu, UNAM, dan Institut Politeknik Nasional juga membatalkan kelas belajar.

Liga sepak bola Meksiko menyatakan, berdasarkan atas saran pemerintah, pihaknya memutuskan memindahkan pertandingan semifinal divisi pertama antara Leon dan klub Amerika Mexico City ke Kota Queretaro, sekitar 200 kilometer (125 mil) ke wilayah barat laut.

Pertandingan bisbol juga ditunda akibat udara yang tercemar polusi.

Pihak berwenang meminta warga menghindari aktivitas fisik di luar ruangan, dan mendesak para lansia dan mereka yang menderita penyakit pernapasan untuk tetap berada di dalam.

Pemerintah juga menutup beberapa taman yang banyak digunakan untuk jogging, berjalan dan bersepeda, termasuk yang terbesar di kota, Bosque de Chapultepec.

Mereka juga meminta para pengemudi untuk tak mengendarai mobil di jalan raya, menutup lokasi konstruksi yang memiliki luas lebih dari 5.000 meter persegi, serta memerintahkan industri untuk mengurangi emisinya 30 hingga 40 persen.

Wali Kota Meksiko, Claudia Sheinbaum, mengatakan, petugas pemadam kebakaran berupaya menanggulangi 22 kebakaran pada Rabu (15/4).

Kota Mexico secara alami rentan terhadap polusi udara, karena dikelilingi oleh cincin pegunungan yang sering menyebabkan kabut asap hingga ke ibu kota.

Polusi juga kebanyakan disebabkan industri dan lebih dari lima juta mobil yang beroperasi di jalan-jalan kota.


Editor : Nathania Riris Michico