Kebun Binatang Ini Tawarkan Cara Unik bagi Jomblo untuk Lupakan Mantan

Anton Suhartono ยท Selasa, 12 Februari 2019 - 06:21 WIB
Kebun Binatang Ini Tawarkan Cara Unik bagi Jomblo untuk Lupakan Mantan

(Foto: Google Map)

LOS ANGELES, iNews.id - Lupakan cara mainstream merayakan Valentine, seperti menggunakan cokelat dan bunga. Sebuah kebun binatang Texas, Amerika Serikat, menawarkan cara unik.

Pengelola Kebun Binatang El Paso memberi kesempatan kepada para jomblo untuk memberi nama kecoak sesuai dengan nama mantan mereka. Kecoak itu lalu diberi kepada merkat atau sejenis luwak untuk dimakan.

Cara ini merupakan bagian dari kampanye 'Berhentilah Mengganggu Saya', yakni ditujukan kepada para jomblo yang ingin melupakan mantan kekasih mereka dan menghanguskan kenangan bersamanya.

Kecoak akan diberikan kepada setiap orang untuk diberi nama lalu diumpankan ke meerkat. Momen ini akan disiarkan langsung di situs web kebun binatang serta laman Facebook tepat pada 14 Februari 2019.

Pejabat kebun binatang mengatakan sudah menyiapkan kecoak Madagaskar yang bisa mendesis untuk acara tersebut.

"Mereka benar-benar mendesis, mereka adalah spesies kecoak sangat besar, tapi bukan yang terbesar. Ini merupakan salah satu hewan yang kami biakkan di sini di kebun binatang untuk dijadikan makan," kata Sarah Murphy, pejabat kebun binatang, kepdaa stasiun televisi ABC.

Kisah terkait asmara dengan kecoak mengingatkan dengan pria Jepang bernama Yuta Shinohara. Dia merupakan seorang entomofagist atau penyuka serangga, seperti kecoak, ulat, dan jangkrik.

Baca Juga: Kisah Pria Jepang yang Pacaran Selama 1 Tahun dengan Kecoak

Shinohara memacari seekor kecoak yang diberi nama Lisa selama 1 tahun. Kecoak itu besar di lahan pertanian Afrika dan dibelinya. Namun hubungan percintaan Shinohara dengan Lisa biasa-biasa saja dan tidak ada hubungan seksual di antara mereka.

Hubungannya dengan Lisa berumur pendek karena mati. Meski demikian, Lisa tak dikubur melainkan dimakan oleh Shinohara sebagai bentuk penghormatan.

"Jadi sekarang Lisa bisa hidup di hati saya dan terus hidup sebagai bagian dari tubuh saya," katanya.


Editor : Anton Suhartono