Kemlu RI Tindaklanjuti Laporan WNI Meninggal di Tahanan Imigrasi Sabah Malaysia

Antara ยท Rabu, 29 Juni 2022 - 15:10:00 WIB
Kemlu RI Tindaklanjuti Laporan WNI Meninggal di Tahanan Imigrasi Sabah Malaysia
Kemlu RI tindaklanjuti laporan banyak WNI meninggal di tahanan imigrasi Malaysia (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menindaklanjuti laporan buruknya kondisi tahanan imigrasi di Malaysia yang diduga menjadi penyebab banyak WNI yang meninggal dunia. Sikap tersebut disampaikan Kemlu sebagai respons atas laporan Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) tahun 2022 berjudul 'Seperti di Neraka: Kondisi di Pusat Tahanan Imigrasi di Sabah, Malaysia'. 

Direktur Perlindungan WNI (PWNI) Kemlu RI Judha Nugraha mengatakan pihaknya menghargai upaya KBMB untuk ikut melindungi WNI di luar negeri. Oleh karena itu Kemlu akan segera menindaklanjutinya kepada otoritas dan pihak-pihak terkait.

Menurut Judha, Kemlu telah menghubungi KBMB untuk memperoleh data rinci WNI/PMI yang dinyatakan meninggal di rumah tahanan imigrasi di Sabah serta data para deportan yang mengalami penganiayaan selama berada di Depot Tahanan Imigresen (DTI) di Sabah. 

Setelah itu, seluruh data akan ditelusuri dan dimintakan penjelasan dari otoritas di Malaysia. Pemerintah akan menindaklanjutinya secara bilateral dengan Malaysia jika data tersebut terkonfirmasi.

“Perwakilan RI di Sabah yaitu KJRI Kota Kinabalu dan KRI Tawau akan bertemu Pengarah Jabatan Imigresen Negeri Sabah hari ini. Pertemuan dimaksudkan untuk meminta keterangan dan kejelasan atas temuan KBMB, sebagai upaya Pemerintah Indonesia dalam melindungi WNI/PMI di wilayah Sabah," kata Judha, dikutip dari pernyataan Kemlu RI, Selasa kemarin.

Sementara itu anggota Komisi I DPR RI Sukamta meminta pemerintah memberikan perhatian ekstra untuk mengungkap laporan soal 149 buruh migran yang meninggal di tahanan imigrasi Sabah. KBMB mengungkap sekitar 149 WNI meninggal dunia di lima pusat tahanan imigrasi Sabah.

"Saya minta Kemenlu untuk segera menindaklanjuti temuan ini, apalagi juga muncul kabar adanya penyiksaan yang selama ini dialami tahanan WNI di sana," ujar Sukamta, Rabu (29/6/2022).

Editor : Anton Suhartono

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda