Kena Serangan Siber, 2.000 Situs Web Georgia Diretas Termasuk Punya Presiden

Nathania Riris Michico ยท Selasa, 29 Oktober 2019 - 10:29:00 WIB
Kena Serangan Siber, 2.000 Situs Web Georgia Diretas Termasuk Punya Presiden
Ilustrasi kejahatan siber. (FOTO: AFP)

TBILISI, iNews.id - Sekitar 2.000 situs website di Georgia diretas dalam serangan siber besar-besaran, Senin (28/10/2019). Situs web yang diretas termasuk milik presiden, pengadilan, dan media.

Dilaporkan kantor berita Interpress, Selasa (29/10/2019), para peretas memajang foto mantan presiden Georgia di pengasingan, Mikheil Saakashvili, dengan menyertakan tulisan "Aku akan kembali!"

"Situs web Presiden Georgia Salome Zurabishvili diserang oleh peretas sore ini," kata juru bicaranya, Sopho Jajanashvili, kepada AFP.

"Lembaga penegak hukum sedang menyelidiki insiden itu," kata Jajanashvili.

Interpress menyatakan, situs website pengadilan yurisdiksi Georgia serta situs sejumlah lembaga pemerintah, LSM, dan outlet media juga terkena serangan siber di hari yang sama.

Hingga 2.000 situs diyakini terkena serangan siber.

Serangan itu juga memengaruhi server dua televisi utama Georgia, Maestro dan Imedi TV. Hal ini menyebabkan stasiun-stasiun televisi itu tak bisa menyiarkan siaran langsung untuk sementara waktu.

Kementerian dalam negeri Georgia menyatakan sudah meluncurkan penyelidikan untuk menyelidiki insiden ini.

"Kami masih belum memiliki akses penuh ke sistem komputer kami," ujar Andro Lashkhi, pengacara untuk Imedi TV.

Pada 2008, menjelang dan selama perang dengan Rusia, Georgia menuduh negara pimpinan Vladimir Putin itu melakukan serangan dunia maya habis-habisan terhadap situs web negara itu, termasuk hampir semua lembaga pemerintah dan bank-bank terkemuka negara itu.

Rusia membantah tuduhan itu, dengan menegaskan bahwa "individu di Rusia" yang mungkin bertanggung jawab.

Analis menuduh dinas keamanan Rusia sebagai dalang yang memainkan peran kunci dalam mengatur serangan-serangan siber itu.

Saakashvili tinggal di pengasingan di Ukraina setelah masa jabatan keduanya sebagai presiden berakhir pada 2013.

Mantan pemimpin reformis yang sangat pro-Barat itu diburu Georgia dengan tuduhan penyalahgunaan kekuasaan. Namun dia membantah tuduhan itu.

Editor : Nathania Riris Michico

Bagikan Artikel: