Kepala Kepolisian Rumania Dipecat Gara-Gara Kasus Penculikan Remaja Perempuan

Anton Suhartono ยท Minggu, 28 Juli 2019 - 13:35:00 WIB
Kepala Kepolisian Rumania Dipecat Gara-Gara Kasus Penculikan Remaja Perempuan
Warga Rumania berunjuk rasa di Bucharest memprotes lambannya penanganan penculikan Alexandra (Foto: AFP)

BUCHAREST, iNews.id - Kepala kepolisian Rumania dipecat Ioan Buda terkait kasus penculikan remaja perempuan berusia 15 tahun.

Korban, Alexandra, sudah menghubungi polisi sebanyak tiga kali bahwa dirinya menjadi korban penculikan serta memberikan petunjuk lokasi keberadaannya. Namun polisi tak segera merespons hingga kemudian ditemukan tewas.

Dia menelepon menggunakan telepon genggam sang penculik, pria berusia 65 tahun. Pelaku sudah ditangkap polisi.

Menteri Dalam Negeri Rumania Nicolae Moga mengatakan, Buda dipecat pada Jumat (26/7/2019).

Kasus ini menjadi perhatian luas publik Rumania dan menimbulkan kemarahan kepada kepolisian dan pemerintah. Ribuan warga Rumania berunjuk rasa di depan kantor kementerian dalam negeri di Bucharest pada Sabtu (27/7/2019) untuk mengecam kepolisian dan pemerintah.

Para pejabat kepolisian dianggap gagal menanggapi laporan Alexandra sehingga terlambat menyelamatkan remaja itu.

Sementara itu polisi menggeledah rumah dan kebun pelaku lalu menemukan jasad Alexandra bersama perhiasannya.

Pelaku sempat berkilah dengan alasan belum pernah bertemu dengan korban. Namun dia tak bisa berkutik setelah mengetahui bahwa Alexandra sempat menghubungi polisi menggunakan telepon genggamnya.

Alexandra diculik pada Rabu saat hendak pulang ke rumahnya di Dobrosloveni. Pada Kamis pagi, dia menghubungi nomor telepon darurat 112 sebanyak tiga kali dan memberi tahu bahwa dia diculik dan dibawa menggunakan mobil serta memberi tahu posisinya.

Percakapan terakhir dengan operator, Alexandra mengatakan, "dia (pelaku) datang, dia datang" sebelum teleponnya mati.

Lebih dari 12 jam setelah menerima telepon, polisi menemukan tiga rumah mencurigakan yang kemudian diketahui salah satunya digunakan pelaku untuk membekap Alexandra. Namun polisi tak langsung menggerebek tiga rumah itu.

Petugas menunggu surat perintah penggeledahan dan baru masuk pada keesokan harinya atau 19 jam setelah Alexandra menelepon. Di salah satu rumah, Alexandra ditemukan dalam kondisi meninggal.

Polisi menduga Alexandra bukan satu-satunya korban dari pria tersebut. Sekitar 3 bulan lalu, petugas mendapat laporan dari orangtua yang kehilangan anaknya. Diduga remaja itu juga dibunuh pelaku yang sama.

Editor : Anton Suhartono