Kerajaan Saudi Salah Satu Negara Terbaik yang Lindungi HAM dan Dorong Pemberdayaan Manusia

Nathania Riris Michico ยท Selasa, 21 Januari 2020 - 07:35 WIB
Kerajaan Saudi Salah Satu Negara Terbaik yang Lindungi HAM dan Dorong Pemberdayaan Manusia

Raja Salman. (FOTO: Public Domain via Wikimedia Commons)

JENEWA, iNews.id - Presiden Komisi Hak Asasi Manusia (HRC) Dr. Awwad Al-Awwad menyoroti upaya keras dan kegiatan Kerajaan Arab Saudi dalam melindungi dan mempromosikan hak asasi manusia (HAM) selama pertemuannya dengan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Michelle Bachelet, di Jenewa, Senin (20/1/2020).

Al-Awwad juga mengutarakan perhatiannya pada lompatan luar biasa yang dibuat Saudi, seperti yang disorot oleh laporan Women, Business and the Law 2020 Bank Dunia baru-baru ini, dengan skor 70,6 dari 100.

Laporan Bank Dunia menempatkan Saudi sebagai yang teratas dan paling baik di antara 190 ekonomi yang dicakupnya terkait pemberdayaan perempuan. Laporan itu juga menempatkan Arab Saudi sebagai yang pertama di antara negara-negara Teluk dan yang kedua di dunia Arab.

Dr. Al-Awwad mengatakan, Saudi mencetak pencapaian luar biasa ini di bawah kepemimpinan Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman, yang membawa dampak luar biasa lompatan dengan memimpin roda reformasi, pengembangan, perubahan, dan modernisasi semua fasilitas negara, dan yang terpenting adalah hak asasi manusia.

Selama tiga tahun terakhir, 60 keputusan terkait reformasi yang berkaitan dengan HAM serta 22 keputusan yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan sudah diambil, katanya.

"Di antara yang paling penting dari reformasi ini adalah peluncuran Visi Kerajaan 2030, yang berfokus pada manusia sebagai pusat pembangunan, dan termasuk tujuan-tujuan hak asasi manusia," katanya, seperti dilaporkan Saudi Gazette, Selasa (21/1/2020).

"Kerajaan masih menanti-nanti untuk meraih lebih banyak pencapaian, dan akan melanjutkan parade pengembangan yang dipimpin oleh Putra Mahkota Muhammad Bin Salman, wakil perdana menteri dan menteri pertahanan," katanya.

Al-Awwad mengatakan, Kerajaan sudah memenuhi kewajiban internasionalnya dan menyerahkan semua laporan internasionalnya, untuk menjadi satu di antara 36 negara yang berkomitmen terkait HAM dari total 197 negara.


Editor : Nathania Riris Michico