Ketika Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern Berkerudung

Anton Suhartono ยท Sabtu, 16 Maret 2019 - 13:33 WIB
Ketika Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern Berkerudung

Jacinda Ardern saat berdialog dengan pengungsi di Christchurch (Foto: AFP)

CHRISTCHURCH, iNews.id - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern berkunjung ke Christchurch, kota lokasi penembakan dua masjid saat Salat Jumat yang menewaskan 49 orang.

Ada yang yang berbeda dari penampilan perempuan 38 tahun itu saat mengunjungi beberapa lokasi di Christchurch, yakni mengenakan kerudung.

Kunjungannya itu tak lain untuk bertemu para korban penembakan, keluarga, serta berbagai komunitas muslim Christchurch. Dia memberikan simpati dan dukungan kepada para korban dan meyakinkan pada imigran.

(Jacinda Ardern di Pusat Pengungsian Centerbury/Foto: AFP)

Berdasarkan keterangan kantor perdana menteri, Ardern mengunjungi perwakilan pengungsi di Pusat Pengungsian Centerbury yang menampung para imigran, umumnya dari negara Timur Tengah.

Setelah itu, Ardern bertemu dengan perwakilan warga serta tentunya masyarakat muslim Christchurch di Hagley College.

(Jacinda Ardern di Hagley College/Foto: AFP)

Dalam kesempatan kunjungan itu Ardern menyampaikan akan mengubah undang-undang yang mengatur kepemilikan senjata api di negaranya. UU itu yang dijadikan celah oleh pelaku, Brenton Tarrant, untuk beraksi.

Tarrant diketahui memegang linsensi kepemilikan senjata Kategori A sejak 2017. Dengan lisensi itu dia membeli lima senjata api.

Selain itu, Ardern juga mengungkap, intelijen Selandia Baru dan Australia tak mendeteksi Tarrant sebagai orang berbahaya sebelumnya. Untuk itu dia memerintahkan kepada intelijen dan kepolisian untuk memperketat pengawasan, termasuk di media sosial, mengenai aktivitas kelompok ekstrimis sayap kanan.


Editor : Anton Suhartono