Kim Chang Son, Tangan Kanan Kim Jong Un Jelang Pertemuan dengan Trump

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 22 Februari 2019 - 08:53 WIB
Kim Chang Son, Tangan Kanan Kim Jong Un Jelang Pertemuan dengan Trump

Kim Chang Son terlihat di Hanoi untuk mengecek persiapan pertemuan Trump dengan Kim Jong Un. (Foto: Getty Images)

SEOUL, iNews.id - 'Tangan kanan' pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong Un berada di Vietnam menjelang pertemuan puncak dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pekan depan.

Dalam kunjungannya ke ibu kota Vietnam, Hanoi, kepala staf de-facto Kim Chang Son tampak meninjau sejumlah tempat yang kemungkinan digunakan untuk lokasi pertemuan.

Kim Jong Un dijadwalkan bertemu Trump untuk kedua kalinya pada 27-28 Februari. Pertemuan pertama, yang digelar di Singapura pada Juni lalu, merupakan untuk pertama kalinya pemimpin kedua negara bertemu.

Siapakah Kim Chang Son?

Dilaporkan BBC, pembantu dekat Kim Jong Un, Kim Chang Son, yang sebelumnya disebut media Korea Selatan sebagai "kepala pelayan" pemimpin Korut, tiba di Vietnam pada akhir pekan. Kim Chang Son saat ini menjadi kepala staf de-facto, tetapi sejak lama bekerja untuk keluarga Kim.

Menurut NK Leadership Watch, sebelumnya dia adalah direktur dan sekretaris Komisi Pertahanan Nasional. Dia juga merupakan kepala pembantu Kim Jong Un dan bertanggung jawab atas jadwal dan agendanya.

Apa yang dia lakukan di Vietnam?

Menurut kantor berita Reuters, Jumat (22/2/2019), Kim Chang Son tampak meninjau kemungkinan tempat pertemuan di Hanoi. Dia tampak mengunjungi penginapan pemerintah dan Hotel Metropole serta Melia di pusat kota.

Dia juga kemungkinan membicarakan masalah protokol dan keamanan dengan pejabat dari AS.

Wakil Kepala Staf Bagian Operasi dan Asisten Presiden AS Daniel Walsh serta Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Korea Utara Alex Wong berada di Hanoi.

Ini merupakan isyarat jelas bahwa pertemuan akan dilaksanakan sesuai rencana.

Selama pertemuan pada Juni di Singapura tahun lalu, Kim Chang Son juga terlihat melihat-lihat berbagai hotel menjelang pertemuan.

Jadi tidaklah mengejutkan jika dia kembali dikirim untuk melakukan hal yang sama di Hanoi. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, sebentar lagi tempat pertemuan akan diumumkan.

Tidak jelas apa saja yang akan menjadi agenda pertemuan, meskipun sejumah pengamat mengisyaratkan akan dilakukan pembicaran pelucutan fasilitas nuklir Yongbyon di Korut.

Pada pertemuan pertama, kedua pemimpin sepakat untuk bekerja melakukan denuklirisasi, tetapi tidak terdapat rinciannya.

Kemungkinan besar kedua pemimpin tidak lagi bisa mengeluarkan kesepakatan dengan kata-kata tidak jelas untuk kedua kalinya. Para pengamat dan sejumlah pihak lain akan melihat apakah akan ada hasil nyata dari pertemuan kali ini.

Apa yang terjadi di Vietnam?

Vietnam menjadi tempat yang ideal karena sejumlah alasan. Vietnam memiliki hubungan diplomatik baik dengan AS maupun Korea Utara, meskipun pernah menjadi musuh AS.

Vitenam dapat digunakan AS sebagai contoh bahwa dua negara dapat bekerja sama dan mengesampingkan masalah di masa lalu.

Secara ideologi, Vietnam dan Korut adalah negara komunis, meskipun Vietnam dengan cepat berkembang dan menjadi salah satu ekonomi yang paling cepat pertumbuhannya di Asia.

Dari sisi logistik, Vietnam berada di dalam jangkauan penerbangan Korea Utara sehingga cukup memudahkan pergerakan pesawat jet pribadi Kim.

Vietnam sebelumnya juga sudah menjadi tuan rumah pertemuan. Kota pantai Da Nang menjadi tempat KTT APEC pada 2017 yang dihadiri sejumlah pemimpin dunia. Tetapi saat ini adalah giliran Hanoi untuk menjadi tuan rumah.


Editor : Nathania Riris Michico