Kim Jong Un Mengeluh ke Putin, AS Tak Menunjukkan Iktikad Baik

Anton Suhartono ยท Jumat, 26 April 2019 - 10:23 WIB
Kim Jong Un Mengeluh ke Putin, AS Tak Menunjukkan Iktikad Baik

Kim Jong Un (kiri) bertemu Vladimir Putin di Vladivostok (Foto: AFP)

VLADIVOSTOK, iNews.id - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un mengatakan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan di Kota Vladivostok, Timur Jauh, Kamis (25/4/2019), bahwa Amerika Serikat (AS) tidak menunjukkan iktikad yang baik dalam pertemuan terakhir di Hanoi, Vietnam, pada 28 Februari 2019.

Pertemuan antara Kim dengan Presiden Donald Trump tak membuahkan hasil apa pun, termasuk soal pelucutan senjata nuklir Korut. Korut menuntut pencabutan sanksi, namun tak bisa dipenuhi AS sebelum negara itu melucuti nuklir sepenuhnya.

Kepada Putin, Kim mengatakan situasi di Semenanjung Korea akan mencapai titik kritis, tak ada perkembangan signifikan, meskipun dia sudah dua kali bertemu Trump.

Dia memperingatkan situasi ini terjadi karena AS mengambil sikap sepihak dengan menunjukkan iktikad buruk dalam pertemuan terakhir.

"Perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea sepenuhnya bergantung pada sikap AS di masa depan, dan DPRK (Korut) akan mempersiapkan diri untuk menghadapi segala situasi yang mungkin terjadi," kata Kim, sebagaimana laporan KCNA dan dilaporkan kembali AFP, Jumat (26/4/2019).

Rusia juga telah menyerukan agar AS mengurangi sanksi terhadap Korut, namun AS justru menuduh Moskow berusaha membantu Pyongyang. Tuduhan itu dibantah Kremlin.

Kim dan Putin bertemu di Vladivostok untuk mempererat hubungan kedua negara. Kantor berita Korut, KCNA, menggambarkan pertemuan pertama kedua pemimpin berlangsung penuh keramahan dan hangat.

Dalam pertemuan itu, Putin menegaskan bahwa Rusia punya sikap yang sama dengan AS, yakni mendukung upaya untuk mengurangi ketegangan di Semenanjung Korea serta mencegah konflik nuklir. Namun dia juga bersikeras bahwa Korut membutuhkan jaminan keamanan dan kedaulatan.

"Kita perlu kembali ke negara di mana hukum internasional, bukan hukum yang terkuat, menentukan situasi di dunia," kata Putin.


Editor : Anton Suhartono