Kisah Mashka Si Beruang Kesepian yang Ditolak di 'Kampungnya'

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 18 Januari 2019 - 08:32 WIB
Kisah Mashka Si Beruang Kesepian yang Ditolak di 'Kampungnya'

Mashka akan segera meninggalkan Kebun Binatang Yelizovo, untuk menjalani hidup baru. (Foto: doc. Facebook)

MOSKOW, iNews.id - Warga Rusia mengumpulkan uang untuk menerbangkan seekor anak beruang dari satu ujung negeri ke ujung lainnya agar dia dapat memulai hidup baru setelah orangtuanya dibunuh para pemburu liar.

Penduduk Desa Malka di Semenanjung Kamchatka, timur jauh Rusia, menemukan anak beruang berumur 10 bulan yang kelaparan sedang terlunta-lunta menyusuri jalan-jalan di desa mereka yang membeku bulan lalu.

Beruang itu mencari makanan dan bantuan.

Sesudah berhasil dibujuk untuk masuk ke sebuah tempat penampungan oleh para relawan setempat, barulah didapati bahwa beruang malang itu beratnya setengah dari berat normal anak-anak beruang sebayanya.

Dilaporkan surat kabar Komsomolskaya Pravda, berat normal anak beruang seumurannya sekitar 50 kg, namun berat beruang itu hanya sekitar 25 kg.

Warga desa Malka lalu memberikan nama Mashka pada anak beruang itu. Mereka juga memberi makan beruang itu dengan ikan.

Mashka diselamatkan setelah ditemukan terlunta-lunta di jalanan yang membeku. (Foto: doc. Facebook)

Mereka kemudian mulai mencari habitat baru baginya, setelah para pelacak di sana memastikan bahwa ibunya sudah mati. Namun, hal ini ternyata lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.

Kebun binatang lokal di Yelizovo hanya dapat menawarkan penampungan sementara bagi Mashka karena mereka sudah punya beruang cokelat bernama Kamchatka.

Mereka tidak punya tempat lain untuk jenis beruang yang pertumbuhannya sangat cepat, yang merupakan sub-spesies terbesar di Eurasia, itu.

Sayangnya, seperti dipaparkan Komsomolskaya Pravda, cagar alam juga menolaknya karena anak binatang yang sudah terbiasa dengan manusia akan rentan terhadap predator, dan Mashka sudah kehilangan ibunya sebelum dia bisa belajar menangkap ikan sendiri.

Namun akhirnya penyelamat Mashka bersyukur, karena ada Pusat Rehabilitasi Hewan Feniks di Kaluga, di barat negara itu, yang mengulurkan tangan.

Mashka segera menjadi buah hati anak-anak muda Kamchatka. (Foto: doc. Facebook)

Masalahnya, jaraknya luar biasa jauh, dari ujung ke ujung, dan ongkos penerbangan beruang kecil ini juga jauh dari murah.

Maka Veronika Matyushina, Direktur Feniks Center, membuat akun Facebook bagi Mashka untuk menggalang dana yang diperlukan, sebesar 220.000 rubel atau Sekitar Rp40 juta.

Kisah ini mengetuk hati warga Rusia: berbagai saluran TV, tabloid, dan bahkan surat kabar pemerintah, Rossiyskaya Gazeta, ambil bagian untuk memperjuangkan nasib Mashka. Alhasil, kampanye pengumpulan dana itu bisa mencapai target dengan cepat.

"Halo! Karcis saya untuk pesawat terbang dengan sayap perak sudah siap. Terima kasih untuk semua yang sudah membantu saya sampai ke Feniks Center," demikian keterangan dalam akun Mashka, seperti dikutip BBC.

Dalam akun itu ditambahkan, dia akan tiba di rumah barunya pada 22 Januari.

Beruang merupakan binatang sangat disukai dalam budaya Rusia, dan liputan media tentang kisah Marshka tentu saja berperan pada bangkitnya keharuan pada nasib Mashka.

Namun Feniks Center menekankan, si kecil itu bukanlah beruang kartun, namun binatang yang sesungguhnya.

Beruang Kamchatka adalah beruang terbesar di Eurasia. (Foto: DINKUM/WIKIMEDIA COMMONS)

"Kami menyadari tanggung jawab besar yang kami pikul, dan akan melakukan semua yang kami bisa untuk merawatnya dan menjamin keselamatannya dan keselamatan orang lain, saat kami mempersiapkan Mashka untuk hidup barunya di antara manusia," kata Matyushina.

Dia juga menegaskan, semakin banyak pemburu liar membunuh beruang dewasa, semakin banyak anak beruang yang terlunta-lunta dan kelaparan yang akan berkeliaran ke kota-kota untuk mencari makanan.

Di musim dingin ini terjadi sejumlah serangan beruang di Kamchatka, sampai-sampai jaksa penuntut setempat menyerukan pihak berwenang bertindak untuk melindungi masyarakat.

Komsomolskaya Pravda merangkum suasana umum di Mashka dengan menulis, "Orang yang tidak manusiawi meninggalkan (Mashka) untuk mati, tetapi orang-orang baik mengirim uang mereka untuk menyelamatkannya dari kelaparan".


Editor : Nathania Riris Michico