Kisah Penumpang Jet Boeing yang Tergelincir di Bandara Guyana

Nathania Riris Michico ยท Sabtu, 10 November 2018 - 14:02 WIB
Kisah Penumpang Jet Boeing yang Tergelincir di Bandara Guyana

Jamaica Airways tergelincir dan nyaris jatuh dari tebing. (Foto: Denis Chabrol/AFP/Getty Images)

GEORGE TOWN, iNews.id - Pesawat Jamaika Airways yang mengangkut 126 orang tergelincir saat mendarat di ibu kota Guyana, Georgetown, Jumat (9/11/201). Sedikitnya 10 orang terluka dalam insiden tersebut.

Menteri Transportasi David Patterson mengatakan pesawat Boeing 757-200 yang akan menuju Toronto mengalami masalah hidrolik tak lama setelah lepas landas dan kembali ke bandara. Saat kembali, pesawat tergelincir di landas pacu.

Saat kejadian, pesawat mengangkut 118 penumpang, termasuk 82 orang Kanada, serta delapan kru pesawat.

"Semua orang menjadi gila, menjerit, menangis untuk hidup mereka, semuanya," kata seorang penumpang bernama Invor Bedessee, seperti dilaporkan AFP, Sabtu (10/11/2018).

"Ada (beberapa orang) terluka karena turun atau tidak turun dengan cepat, sehingga orang-orang di belakang mereka mendorong mereka," katanya, kepada media Kanada, CBC.

"Ada banyak kekacauan."

Bedessee mengatakan, lepas landas ditunda sekitar 45 menit karena salah satu pintu sisi kiri tidak ditutup dengan benar. Kemudian kru pemeliharaan pesawat dipanggil untuk memperbaiki masalah.

Setelah berangkat pada pukul 02.10 (0610 GMT), pilot melaporkan masalah dengan sistem hidrolik 10 menit dalam penerbangan.

"Kami terbang sekitar 10 hinga 15 menit di udara, sedikit di atas Samudera Atlantik, dan kami berputar-putar beberapa kali dan kapten mengumumkan ada beberapa masalah hidrolik, dan kami harus kembali ke bandara," kata Bedessee, kepada CBC.

"Ketika kami mendarat di tanah, roda-roda masih berputar, mereka tidak mengerem, tidak ada rem hidrolik untuk mengerem roda dan kemudian kami melewati landasan," kata penumpang yang masih terguncang itu.

Patterson mengatakan, para korban yang terluka tidak dalam kondisi mengancam nyawa dan mereka sudah dilarikan ke rumah sakit dekat bandara di pantai Atlantik Amerika Selatan.

Kepala Petugas Medis Guyana, Shamdeo Persaud, mengatakan lima orang yang terluka dirujuk ke rumah sakit lain untuk penyelidikan lebih lanjut terkait cedera tulang belakang.

"Sampai saat ini, kami tidak memiliki laporan tentang warga negara Kanada yang terluka," kata juru bicara pemerintah, Philip Hannan.

"Pejabat konsuler Kanada berhubungan dengan otoritas lokal dan siap untuk memberikan bantuan konsuler bagi warga Kanada jika diperlukan."

Gambar-gambar menunjukkan, pesawat terhenti di pasir yang tak terlalu jauh dari lereng curam.

"Salah satu sayap terlepas dan mesin di sisi kanan benar-benar terbalik dan kami menabrak tumpukan pasir besar di tepi tebing. Kami turun sangat jauh sekitar 30 hingga 40 kaki (sembilan hingga 12 meter)," kata Bedessee.

"Jika turun hingga 10 kaki lagi, kami akan jatuh di tebing. Itu adalah keajaiban."

Seorang warga mengatakan kepada AFP, dia mendengar ledakan keras dan saat keluar dari pesawat, dia melihat asap.

"Saya melihat cahaya terang dan asap, mendengar suara sirine, orang-orang berteriak. Saya melihat pesawat itu mati, tetapi sebelum itu saya mendengar ledakan keras," kata Melana Perreira.


Editor : Nathania Riris Michico