Kisah Perempuan yang Bangun Kembali Setelah 27 Tahun Koma

Anton Suhartono ยท Rabu, 24 April 2019 - 13:38 WIB
Kisah Perempuan yang Bangun Kembali Setelah 27 Tahun Koma

Munira Abdulla (Foto: The National)

ABU DHABI, iNews.id - Tuhan punya kuasa untuk menentukan mati dan hidup seseorang. Jika Yang Maha Kuasa berkenan, sehebat apa pun musibah yang dialami seseorang, dia masih bisa terselamatkan.

Hal ini dialami Munira Abdulla, perempuan asal Uni Emirat Arab (UEA) yang kini berusia 60 tahun. Munira mengalami koma selama 27 tahun akibat kecelakaan mobil pada 1991.

Saat itu, Munira berada di kursi belakang mobil bersama anaknya, Omar Webair, untuk pulang ke rumah di Kota Al Ain. Di perjalanan, mobilnya bertabrakan dengan bus sekolah.

Munira, saat itu berusia 32 tahun, mengalami luka parah. Kondisi Munira lebih mengkhawatirkan dibandingkan Omar karena saat kecelakaan terjadi dia berusaha melindungi sang anak dengan memeluknya.

Dokter memperkirakan Munira tak akan bisa diselamatkan akibat cedera otak. Penilaian medis belum tentu sejalan dengan kehendak Tuhan, tahun lalu dia tersadar dari koma panjangnya di rumah sakit di Jerman.

Omar mengaku tak pernah menyerah untuk berharap ibunya akan sadar suatu saat. Pria yang saat kecelakaan berusia 4 tahun itu hanya mengalami memar.

"Saya tak pernah menyerah kepadanya karena saya selalu merasa dia akan bangun suatu hari nanti," ujarnya, dikutip dari surat kabar The National, Rabu (24/4/2019).

Setelah dirawat di UEA, Munira dirujuk ke London, Inggris. Dokter di sana mengatakan Munira tak menunjukkan tanda-tanda akan sadar meskipun organ vitral masih bekerja.

Pasien lalu dibawa kembali ke rumah sakit di Al Ain, menjalani fisioterapi untuk mencegah degenerasi otot-ototnya selama bertahun-tahun.

Omar mengaku bisa merasakan ibunya menahan rasa sakit dilihat dari ekspresi wajah.

Sementara itu biaya besar harus dikeluarkan oleh keluarga untuk perawatan Munira. Hal itulah yang menyebabkan Munira harus berpindah-pindah rumah sakit di UEA untuk menyesuaikan asuransi.

Pada 2017, keluarga Munira ditawari dana hibah oleh sebuah badan di bawah Pemerintah Kota Abu Dhabi. Dengan begitu Munira bisa melanjutkan pengobatan ke RS Schoen di Bad Aibling, sekitar 50 kilometer dari Munich, Jerman.

Di sana Munira menjalani operasi perawatan otot-otot anggota tubuh yang melemah. Dokter memprioritaskan terapi fisik dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Pada Juni 2018 atau di pekan terakhir perawatan di rumah sakit itu, Omar melihat ibunya mulai bergerak.

"Dia mengeluarkan suara aneh dan saya memanggil dokter agar memeriksanya. Mereka bilang semuanya normal," kata Omar.

Tiga hari kemudian, Omar dikejutkan dengan suara perempuan yang memanggil namanya.

"Saya sangat gembira. Selama bertahun-tahun saya memimpikan nama saya adalah kata pertama yang dia katakan," tuturnya.

Seiring perjalanan waktu, kondisi Munira terus membaik. Dia lebih responsif dan dapat melontarkan lebuh banyak perkataan. Kini, perawatan Munira dipindah ke Abu Dhabi sambil menjalani fisioterapi dan rehabilitasi lebih lanjut.

Omar pun mengajak semua orang yang mengalami kondisi sepertinya agar tidak putus harapan.

"Saya berbagi kisah ini untuk memberi tahu orang-orang agar jangan kehilangan harapan terhadap orang yang mereka cintai," ujarnya.


Editor : Anton Suhartono