Kolombia dan Peru Usulkan Pertemuan Darurat Bahas Kebakaran Amazon

Nathania Riris Michico ยท Rabu, 28 Agustus 2019 - 08:45 WIB
Kolombia dan Peru Usulkan Pertemuan Darurat Bahas Kebakaran Amazon

Presiden Kolombia Ivan Duque (kiri) dan Presiden Peru Martin Vizcarra mengusulkan pertemuan darurat untuk melindungi hutan hujan Amazon. (FOTO: AFP Photo / Carla PAT)

LIMA, iNews.id - Kolombia dan Peru mengusulkan pertemuan darurat untuk membahas kebakaran Amazon yang dihadiri negara-negara di kawasan itu. Tujuannya, mengoordinasikan strategi untuk melindungi hutan hujan Amazon yang saat ini rusak parah akibat kebakaran.

Amazon dikenal sebagai paru-paru bumi, namun kini rusak akibat kebakaran terburuk dalam beberapa tahun terakhir, yang memicu kemarahan global.

Presiden Peru Martin Vizcarra dan Presiden Kolombia Ivan Duque menyerukan pertemuan darurat pada 6 September di Kolombia.

"Untuk bergabung melindungi hutan hujan Amazon," kata mereka dalam sebuah pernyataan bersama, seperti dilaporkan AFP, Rabu (28/8/2019).

"Para presiden mengakui perlunya bergabung dengan pasukan untuk kepentingan perlindungan dan pemanfaatan berkelanjutan kawasan Amazon, yang merupakan salah satu ekosistem terpenting bagi ketahanan planet ini," kata mereka.

"Tujuan KTT itu adalah untuk membangun pakta yang akan melestarikan, mengembangkan, dan menggunakan Amazon secara berkelanjutan sambil juga memberi manfaat kepada komunitas yang tinggal di sana."

Tidak disebutkan negara mana saja yang akan diundang. Namun lokasi pertemuan diduga digelar di Leticia, yang berada di perbatasan antara Kolombia, Peru, dan Brasil.

Pernyataan itu tidak menyebutkan Organisasi Perjanjian Kerjasama Amazon yang berbasis di Brasilia yang terdiri dari delapan negara -termasuk Bolivia, Ekuador, Guyana, Surinam, dan Venezuela- yang terlibat dalam pengembangan di lembah Amazon.

"Amazon adalah paru-paru yang menguntungkan dunia dalam melawan efek gas rumah kaca, sumber air, dan perlindungan keanekaragaman hayati, dan perlindungannya perlu dikoordinasikan dalam skala global," ujar Duque.


Editor : Nathania Riris Michico