Korut Sebut PM Abe Jepang Bodoh, Akan Perlihatkan Rudal Balistik Sesungguhnya

Anton Suhartono ยท Sabtu, 30 November 2019 - 13:12 WIB
Korut Sebut PM Abe Jepang Bodoh, Akan Perlihatkan Rudal Balistik Sesungguhnya

Uji coba peluncuran multiroket superbesar Korut pada 28 November 2019 (Foto: KCNA via AFP)

SEOUL, iNews.id - Media pemerintah Korea Utara (Korut) KCNA mengkritik Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe soal komentarnya terkait uji coba dua rudal yang dilakukan pada Kamis (28/11/2019).

Tak hanya itu, dalam laporan pada Sabtu (30/11/2019), KCNA menyebut bahwa Abe akan menyaksikan rudal balistik sesungguhnya yang akan ditembakkan dalam waktu tak lama lagi.

Korut menembakkan dua rudal jarak pendek ke laut lepas di pantai timur dalam uji coba keempat peluncuran multiroket superbesar terbarunya. Pemimpin Kim Jong Un mengaku puas dengan suksesnya pengujian tersebut.

Tak lama setelah itu, Abe mengatakan bahwa rudal yang diuji coba Korut merupakan ancaman bagi Jepang dan masyarakat internasional. Dia mengisyaratkan bahwa rudal itu berdaya jelajah tinggi dan bisa mengancam negara sekitarnya. Disebutkan pula bahwa Jepang akan memantau terus situasi ini bersama para mitranya.

Penjelasan itu ditampik Korut dengan menegaskan bahwa yang ditembakkan hanya rudal jarak pendek.

"Dapat dikatakan bahwa Abe satu-satunya orang bodoh di dunia dan paling bodoh yang pernah diketahui dalam sejarah karena dia tak bisa membedakan rudal dari beberapa sistem peluncur roket dengan melihat laporan yang disertai foto," demikian isi berita KCNA, mengutip pernyataan Wakil Dirjen Departemen Luar Negeri Korut untuk urusan Jepang, seperti dilaporkan kembali Reuters.

"Abe mungkin akan melihat rudal balistik sebenarnya bawah hidungnya dalam waktu tak lama lagi. Abe tidak lain seorang bodoh dan kurcaci politik di dunia."

Resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB melarang Korut menembakkan rudal balistik dan menggunakan teknologi semacamnya. Namun Korut menolak pembatasan itu dan menyebutnya sebagai pelanggaran atas hak negara untuk membela diri.

Pada awal November, Korut juga mengkritik Abe untuk alasan sama. Jepang menyatakan, Korut menguji peluncur multiroket superbesar pada 31 Oktober yang kemungkinan rudal balistik sehingga melanggar sanksi PBB.

Editor : Anton Suhartono