Kru Lihat Benda Terbang Hantam Kapal Tanker Jepang Sebelum Terbakar di Laut Oman

Anton Suhartono ยท Jumat, 14 Juni 2019 - 16:40 WIB
Kru Lihat Benda Terbang Hantam Kapal Tanker Jepang Sebelum Terbakar di Laut Oman

Dua lubang ditemukan di kapal tanker Jepang Kokuka Courageous setelah diserang (Foto: AFP)

TOKYO, iNews.id - Kru kapal tanker Jepang, Kokuka Courageous, mengungkap, ada dua benda terbang yang menghantam bagian samping hingga menyebabkan kebakaran.

Kokuka Courageous merupakan satu dari dua tanker yang diserang di Teluk Oman, Kamis (13/6/2019), dalam perjalanan dari Arab Saudi menuju Singapura.

Namun muatan yang dibawa, methanol, tak terdampak serangan, meskipun kapal mengalami kebakaran. Seluruh kru juga selamat, mereka sempat terjun ke laut.

Setelah diserang, kapal tanker Kokuka Courageous dibawa ke pelabuhan Khor Fakkan di Uni Emirat Arab, dengan pengawalan kapal Angkatan Laut Amerika Serikat (AS).

Yutaka Katada, presiden Kokuka Sangyo, perusahaan yang mengoperasikan Kokuka Courageous, mengatakan, hantaman dua benda terbang itu meninggalkan lubang.

"Kru mengatakan kepada kami bahwa sesuatu terbang menuju kapal kemudian mereka mendapati sebuah lubang. Lalu beberapa kru lain menyaksikan serangan kedua," ujarnya, dikutip dari AFP, Jumat (14/6/2019).

Meski demikian, dia memastikan bahwa kapal yang mengangkut 25.000 ton methanol itu tak diserang menggunakan torpedo.

Kru juga melihat kapal perang Iran di sekeliling pada Kamis malam waktu Jepang.

Amerika Serikat menyalahkan Iran atas serangan terhadap Kokuka Courageous serta kapal tanker lain milik Norwegia, Front Altair, dengan menyertakan bukti video militer Iran diduga sedang mengambil ranjau yang tak sempat meledak di dekat salah satu kapal tanker.

Iran menepis tuduhan itu. Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif mengatakan pemerintah AS menuduh tanpa sedikit pun bukti faktual. Dia menyebut AS berusaha untuk menyabotase diplomasi yang tengah dilakukan Jepang.

Perdana Menteri Shinzo Abe sedang berada di Teheran saat kapal tanker Jepang diserang di perairan yang tak jauh dari Iran itu.


Editor : Anton Suhartono