Lagi, Cathay Pacific Jual Tiket Kelas Utama Rp231 Juta Cuma Rp21 Juta

Nathania Riris Michico ยท Senin, 14 Januari 2019 - 15:36 WIB
Lagi, Cathay Pacific Jual Tiket Kelas Utama Rp231 Juta Cuma Rp21 Juta

Maskapai asal Hong Kong, Cathay Pacific. (Foto: AFP/Getty Images)

HONG KONG, iNews.id - Sejumlah pelanggan maskapai Cathay Pacific meraih keberuntungan dengan mendapatkan kursi kelas utama dengan harga tiket ekonomi akibat keteledoran yang terjadi kedua kalinya dalam bulan ini oleh maskapai Hong Kong itu.

Tiket perjalanan dari Hong Kong ke Portugal dijual di situs online maskapai itu seharga 1.512 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp21 juta. Padahal, harga yang biasanya dikenakan untuk rute perjalanan tersebut sebesar 16.000 dolar AS atau sekitar Rp231 juta.

Pengelola maskapai itu mengatakan menerima tiket-tiket yang sudah terlanjur dibeli dengan harga sangat murah itu. Cathay Pacific menyatakan sedang menyelidiki penyebab kekeliruan.

Kesalahan harga tiket ini tercantum dalam situs resmi Cathay Pacific pada Minggu (13/1/2019).

Menurut South China Morning Post, Senin (14/1/2019), penerbangan kelas satu dari Lisbon ke Hong Kong -melalui London dengan penerbangan lanjutan- ditawarkan dengan harga 1.512 dolar AS atau sekitar Rp21 juta.

Perjalanan kelas satu serupa melalui kota Frankfurt, Jerman, seharusnya menelan biaya sekitar 16.000 dolar AS atau sekitar Rp231 juta.

Dalam pernyataan resminya, perusahaan penerbangan asal Hong Kong itu menyebut akan "menghormati" harga tiket yang terlanjur dijual murah itu.

"Kami sedang mencari penyebab utama insiden ini, baik secara internal maupun eksternal, dengan rekanan kami," ungkap keterangan resmi itu.

"Untuk sejumlah kecil pelanggan yang sudah membeli tiket murah ini, kami berharap dapat menyambut Anda untuk menikmati layanan premium kami."

Baca juga: Harusnya Rp231 Juta, Tiket Cathay Pacific Malah Dijual Rp10 Juta

Terulangnya kasus tiket murah oleh Cathay Pasific ini merupakan yang kedua kalinya dalam sebulan ini.

Sebelumnya, mereka menjual tiket kelas bisnis untuk penerbangan Agustus dari Vietnam ke New York dengan harga 675 dolar AS atau kurang dari Rp10 juta untuk rute pulang-pergi, pada awal Januari lalu.

Padahal harga tiket untuk rute yang sama untuk penerbangan pada Juli dan September adalah sekitar 16.000 dolar AS atau sekitar Rp 231 juta.

Pada saat itu, pihak Cathay mengakui kesalahannya dan menyatakan menerima penumpang yang beruntung tersebut.

Kasus serupa sebelumnya juga pernah dialami maskapai lainnya.

Maskapai Singapore Airlines, misalnya, menjual tiket lebih murah setengah harga aslinya pada 2014. Namun, maskapai United Airlines membatalkan tiket trans-Atlantik yang dijual kurang dari 100 dolar AS atau sekitar Rp1,4 juta.

Insiden kedua kalinya ini merupakan tantangan bagi Cathay Pacific, di tengah usahanya untuk kembali membukukan keuntungan setelah mencatat kerugian selama satu tahun pembukuan sampai Maret tahun lalu.

Maskapai itu kesulitan menghadapi berbagai masalah, khususnya persaingan dengan maskapai-maskapai berbiaya murah dari China yang menjangkau rute-rute di Hong Kong, China, dan negara-negara Asia Tenggara.

Pada Oktober lalu, Cathay Pacific mengalami persoalan di sistem teknologi informasinya sehingga informasi pribadi sekitar 9,4 juta penumpang berisiko terekspos.

Satu bulan sebelumnya, Cathay Pacific harus mengirimkan salah satu pesawatnya ke pabrik pengecetan karena terdapat kesalahan pada penulisaan nama sehingga nama maskapai itu dieja "Cathay Paciic" di bagian samping badan pesawat.


Editor : Nathania Riris Michico