Langka, Perempuan di Texas AS Lahirkan Bayi Kembar Enam

Nathania Riris Michico ยท Rabu, 20 Maret 2019 - 07:26 WIB
Langka, Perempuan di Texas AS Lahirkan Bayi Kembar Enam

Thelma Chiaka didampingi tim dokternya usai melahirkan kembar enam. (Foto: doc. Facebook/Women's Hospital of Texas)

HOUSTON, iNews.id - Seorang perempuan di Texas, Amerika Serikat (AS), menjadi ibu kembar enam setelah melahirkan dua pasang anak kembar laki-laki dan sepasang kembar perempuan. Dia melahirkan keenam bayinya dalam proses persalinan yang tak sampai 10 menit, di sebuah rumah sakit di Houston.

Proses persalinan berlangsung sejak pukul 04.50 hingga 4.59 waktu setempat. Tidak dijelaskan apakah persalinan berlangsung alami atau melalui operasi caesar.

Tim dokter mengatakan perempuan itu, Thelma Chiaka, berada dalam kondisi baik.

Seperti diberitakan The Houston Chronicle, berat bayi berkisar dari 794 gram hingga 1,3 kg. Semua bayi dilaporkan berada dalam kondisi stabil di unit khusus penanganan kelahiran baru (ICU neonatal).

Dilaporkan The Chronicle, sepasang kembar perempuan itu diberi nama Zina dan Zuriel, sementara empat bayi laki-laki belum diberi nama.

Rumah Sakit The Woman menyatakan peluang terjadinya kelahiran kembar enam (sextuplet) diperkirakan satu di antara 4,7 miliar. Ini menjadi peristiwa yang sangat langka.

Pada 2009, seorang perempuan yang melahirkan kembar enam di Irlandia Utara, mengatakan dirinya disarankan dokter untuk mengaborsi beberapa janin akibat risiko kehamilan ganda.

Namun perempuan itu, Nuala Conway, mengabaikan saran dokter dan tetap melahirkan Austin, Eoghan, Karla, Kerrie, Shannon, dan Ursula, yang dianggapnya sebagai 'anugerah dari Tuhan'.

"Ketika kehamilan saya berusia 14 minggu, dokter memberi pilihan untuk mengaborsi sebagian bayi saya," kata Nuala, seperti dikutip ABC News.

"Tapi tanpa dibahas pun kami tahu apa sebenarnya yang kami inginkan."

Bayi-bayi Nuala merupakan kembar enam pertama yang lahir di Inggris sejak 1983.

Peluang terjadinya kelahiran kembar lima (quintuplet) juga amat langka, sekitar satu di antara 800 ribu.

Editor : Nathania Riris Michico