Listrik Mati saat Gelombang Panas, Ratusan Ribu Warga Aussie Menderita

Anton Suhartono ยท Jumat, 25 Januari 2019 - 14:43 WIB
Listrik Mati saat Gelombang Panas, Ratusan Ribu Warga Aussie Menderita

Warga Sydney menghabiskan waktu dengan berteduh di bawah pohon saat gelombang panas (Foto: AFP)

MELBOURNE, iNews.id - Penderitaan masyarakat Australia semakin bertambah terkait bencana gelombang panas. Ratusan ribu warga harus pasrah beraktivitas dalam suhu di atas 42 derajat Celsius tanpa pendingin ruangan atau AC karena listrik padam.

Otoritas menyatakan, lebih dari 200.000 rumah mengalami pemadaman listrik untuk mengurangi risiko kerusakan seluruh jaringan.

"Kami meminta pengurangan beban 100 megawatt. Kami memberi tahu semua jaringan, mereka dalam proses melakukan itu," kata kepala Energy Market Operator Australia, Audrey Zibelman, dikutip dari AFP, Jumat (25/1/2019).

Pemadaman diberlakukan saat suhu di Melbourne melonjak menjadi 42,8 Celcius setelah makan siang.

Selain itu ada laporan 100 lampu lalu lintas di Melbourne mati serta banyak toko dan kafe terpaksa tutup.

Di Negara Bagian Victoria, otoritas mengeluarkan peringatan potensi kebakaran lahan. Ratusan personel pelayanan darurat serta puluhan pesawat dan helikopter disiagakan karena suhu di beberapa daerah mencapai 47 derajat Celcius.

Australia Selatan juga diterjang gelombang panas sejak dua pekan terakhir. Pada Kamis kemarin, suhu ibu kota Adelaide mencapai 47,7 derajat Celcius, memecahkan rekor tahun 1939.


Editor : Anton Suhartono