Listrik Padam di Tokyo Lumpuhkan Perjalanan Kereta, 9 Penumpang Dilarikan ke RS

Anton Suhartono ยท Selasa, 06 Agustus 2019 - 16:35 WIB
Listrik Padam di Tokyo Lumpuhkan Perjalanan Kereta, 9 Penumpang Dilarikan ke RS

(Ilustrasi, Foto: AFP)

TOKYO, iNews.id - Pemadaman listrik bisa terjadi di mana saja, tak mengenal negara. Kota besar seperti Tokyo, Jepang, pun tak luput dari blackout seperti terjadi pada Selasa (6/8/2019) pagi waktu setempat.

Pemadaman listrik paling dirasakan dampaknya pada perjalanan kereta karena terjadi di jam sibuk, yakni sekitar pukul 08.30, saat jutaan warga berangkat ke tempat kerja.

Beberapa kereta berhenti di tengah jalan karena tak ada aliran listrik atas. Matinya aliran listrik membuat AC tak beroperasi sehingga membuat penumpang kepanasan. Sembilan orang dilarikan ke rumah sakit karena beberapa keluhan. Kondisi ini diperparah dengan suhu panas di Tokyo yakni mencapai 32,5 derajat Celsius di pagi hari.

Pemadam Kebakaran Tokyo menyatakan, total ada 15 orang berusia 20 hingga 60-an yang ditangani medis, mereka mengeluh mati rasa di tangan dan kaki serta pusing.

Ada delapan kereta yang berhenti di antara stasiun yakni di jalur yang dioperasikan Keisei Electric Railway, termasuk juga Toei Asakusa Line dan Hokuso Line.

"Setelah sistem pendingin udara mati jadi sangat pengap," kata seorang perempuan 34 tahun yang ikut terjebak di kereta, seperti dilaporkan Japan Today.

Menurut Keikyu Corp, perusahaan produsen kereta, sumber daya cadangan hanya cukup untuk menyalakan radio dan kipas, tidak dapat menjalankan sistem pendingin udara. Penumpang pun hanya bisa membuka jendela.

Karena tak tahan, sekitar 900 penumpang keluar dari kereta lalu dipandu ke Stasiun Yahiro, sekitar 50 meter dengan berjalan kaki.

Perjalanan beberapa kereta di jalur utama Keisei, Oshiage, dan Kanamachi juga ditangguhkan dan semua penumpang turun dari kereta setelah berhenti selama 2 jam. Kereta Asakusa Line dan Keikyu juga mengalami penangguhan dan penundaan.

"Pengumuman di pengeras suara memberi tahu kami untuk membuka jendela dan para penumpang bekerja sama melakukannya. Setelah kami keluar ke rel, saya merasa takut melihat orang-orang dibawa menggunakan tandu," kata seorang perempuan 54 tahun.

Pemadaman ini juga berdampak para perjalanan kereta di Stasiun Terminal 1 Bandara Narita, para penumpang disarankan menuju Tokyo menggunakan JR Line atau bus.


Editor : Anton Suhartono