London Bakal Jadi Kota Taman Nasional Pertama di Dunia

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 04 Januari 2019 - 07:28 WIB
London Bakal Jadi Kota Taman Nasional Pertama di Dunia

London bakal jadi kota taman nasional pertama di dunia. (Foto: Credit Wimberly, Allison, Tong & Goo.)

LONDON, iNews.id - Jalanan yang padat kendaraan dan polusi udara menjadi bagian tak terelakkan dari London. Namun kota itu berupaya menjadi Kota Taman Nasional pertama di dunia.

Kendati demikian, ibu kota Inggris itu tidak akan mengganti gedung-gedung pencakar langitnya dengan hutan. Sebaliknya, status Kota Taman Nasional itu bertujuan mengubah bagaimana orang berpikir tentang ruang hijau di wilayah perkotaan.

Ini merupakan ide mantan guru geografi Daniel Raven-Ellison.

Dia berharap mengubah kembali citra London sebagai taman nasional kota akan mendorong orang melestarikan lingkungan alam dan membantu membuatnya menjadi lebih hijau.

“London tidak hanya kota, ini pemandangan. Ini pemandangan yang menjadi rumah tidak hanya bagi hampir sembilan juta orang, tapi di sana ada banyak pohon. Kita berbagi kota ini dengan 15.000 spesies satwa liar lain dan saya tidak berpikir kehidupan kota bernilai lebih rendah dibandingkan kehidupan yang kita lihat mungkin di tempat-tempat yang lebih jauh dari kota,” tutur Raven-Ellison, seperti dilaporkan CNN.

Ide Raven-Ellison berasal lima tahun silam dengan satu tulisan di blog dan setelah beberapa tahun advokasi. Ide itu tumbuh menjadi kampanye penggalangan dana yang berhasil dan mengumpulkan lebih dari 32.000 poundsterling dan bahkan bermitra dengan Wali Kota London Sadiq Khan.

Pada Agustus lalu, Khan mengumumkan rencana membantu membuat ibu kota menjadi sebuah Kota Taman Nasional. Raven-Ellison mengonfirmasi London akan memperoleh gelar ini pada Juli 2019.

Salah satu tujuan utama visi Kota Taman Nasional adalah membuat lebih dari setengah dari total lahan hijau di London dilengkapi dengan lebih banyak atap dan dinding hijau yang terdiri atas rumput dan tanaman, serta taman-taman hujan untuk mencegah banjir dan berbagai habitat untuk satwa liar.

Sekitar 47 persen wilayah Greater London hijau secara fisik, termasuk wilayah seperti taman-taman domestik, lapangan golf, dan habitat alami, serta 18 persen wilayah London berupa taman-taman publik.

Sebagai Kota Taman Nasional, Khan menyatakan London akan menjadi lebih hijau dalam jangka panjang sambil melindungi jaringan inti taman-taman dan ruang-ruang hijau.

London sejak lama memiliki masalah dengan polusi dan mengakibatkan kerugian sebesar 3,7 miliar poundsterling serta lebih dari 9.000 nyawa setiap tahun. Udara di London berulang kali melebihi batas legal yang ditetapkan oleh Uni Eropa (UE) untuk nitrogen dioksida yang sebagian besar akibat lalu lintas jalanan.

“Meski Khan menerapkan langkah-langkah untuk membersihkan udara London dan menghijaukan ibu kota, status Kota Taman Nasional tidak hanya membutuhkan perubahan kebijakan. Ini tentang mendorong warga London merayakan alam di kota itu,” papar Raven-Ellison.

“Saat saya memulai, banyak orang hanya berpikir bahwa saya sedikit gila. Namun, apakah ini membutuhkan lima detik, lima menit, atau lima bulan, orang benar-benar sadar pada ide besar ini yang benar-benar dapat memperbaiki kehidupan di London."

Dosen yang mengajar tentang kota-kota lestari di King’s College London, Robert Cowley, menjelaskan bahwa inisiatif ini tidak akan mengubah London secara radikal tapi lebih terkait dengan branding Londong sebagai kota hijau.

“Saya pikir jika Anda melihat target khusus mereka, mereka tidak sangat berbeda pada apa yang kita sudah miliki dalam hal jumlah ruang hijau dan akses untuk ruang hijau,” papar Cowley.

“Ini mungkin akan memperbaiki beberapa tempat secara bertahap, di sisi lain, Anda tidak pernah tahu apa inisiatif baru yang akan memicu dampak lebih luas. Lebih baik mencoba.”
Lembaga nonprofit National Park City Foundation dibentuk untuk mendukung ide Kota Taman Nasional di London. Organisasi itu tertarik memperluas gerakan ini ke kota-kota lain, seperti Adelaide, Glasgow, dan San Francisco.

Raven-Ellison memaparkan, semua kota di dunia dapat menjadi Kota Taman Nasional selama memiliki civil society dan pemerintah regional yang bertekad kuat serta secara aktif melakukan apa pun untuk menjadikan kota itu lebih hijau, lebih sehat, dan lebih ramah terhadap satwa liar.


Editor : Nathania Riris Michico