Mahasiswi Israel Korban Pembunuhan di Aussie Disalatkan dan Dimakamkan

Anton Suhartono ยท Rabu, 23 Januari 2019 - 19:10 WIB
Mahasiswi Israel Korban Pembunuhan di Aussie Disalatkan dan Dimakamkan

Pelayat antar jenazah Aiia Maarsawee ke masjid untuk disalatkan (Foto: AFP)

TEL AVIV, iNews.id - Aiia Maasarwe, mahasiswi 21 tahun asal Israel korban pemerkosaan dan pembunuhan di Australia, disalatkan dan dimakamkan, Rabu (23/1/2019).

Maasarwe merupakan perempuan keturunan Arab-Israel yang diperkosa dan dibunuh di Melbourne pada 16 Januari 2018 dini hari oleh pria bernama Codey Herrmann yang kini sudah ditangkap polisi.

Baca Juga: Polisi Australia Tangkap Pembunuh Mahasiswi Israel

Ribuan orang turut mengikuti pemakaman Maasarwe di Baqa Al Gharbiya, utara Israel. Daerah itu dihuni oleh mayoritas muslim keturunan Arab.

"Saya menghargai dukungan semua orang dari seluruh dunia dan juga kota saya," kata ayah almarhumah, Saeed Maasarwe, yang didampingi Duta Besar Australia untuk Israel, Chris Cannan, seperti dikutip dari AFP.

Jenazahnya dibawa ke Masjid Al Sarat untuk disalatkan lalu dimakamkan tak jauh dari situ. Para pelayat hanya terdiam, suara yang terdengar hanya lantunan doa lewat pengeras suara.

Sementara itu beberapa pemuda membawa beberapa spanduk hitam bertuliskan kalimat dalam bahasa Arab dan Inggris "Sudah Waktunya untuk Mengatakan: Berhenti Membunuh Perempuan" serta 'Perempuan memiliki hak untuk hidup damai'.

Beberapa jam sebelumnya, Wali Kota Khaled Abu Mukh dan anggota parlemen Arab Israel Ahmad Tibi menemani ayah Maasarwe saat peti mati tiba di bandara.

Dalam video yang diunggah di media sosial, Tibi mengatakan Maasarwe merupakan putri semua warga Arab Israel.

Warga Arab Israel yang bermukim di Israel sebenarnya merupakan penduduk Palestina yang tidak meninggalkan rumah mereka saat pembentukan Israel pada 1948. Israel mencaplok Palestina setelah diserahkan oleh penjajah Inggris.

Populasi kelompok ini sekitar 17,5 persen dari total penduduk Israel dan sebagian besar mendukung perjuangan Palestina.


Editor : Anton Suhartono